JOGLOSEMAR.CO Foto Hari Ini, Raskin untuk 70.569 RTS Disalurkan

Hari Ini, Raskin untuk 70.569 RTS Disalurkan

341
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

WONOGIRI-Beras untuk keluarga miskin (Raskin) bulan Maret disalurkan mulai Selasa (19/3) hari ini. Jumlah penerima sebanyak 70.569 rumah tangga miskin (RTS) dengan total 1,058 ton beras.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan WOnogiri, Safuan mengatakan distribusi Raskin akan berakhir pada Jumat (22/3). Kendala administrasi dari Satgas Raskin di tiap desa/kelurahan diperkirakan juga masih akan terjadi, khususnya untuk tanda bukti terima yang harus ada tanda tangan penerima Raskin.

“Pengambilan Raskin dari dua gudang. Gudang Bulog Ngadirojo dan satu lagi dari Gudang CV. Sari Bumi di Sidoharjo. Jumlah RTS masih 70.569 dengan kuota beras total 1,058 ton. Untuk 10 kecamatan di sebelah timur mengambil ke gudang di Sidoharjo,” jelas Safuan, Senin (18/3).

Di sisi lain, pihak Satgas masih kesulitan meminta tanda tangan setiap penerima. Meski terlihat sederhana, tidak mudah untuk mencari kembali pihak penerima hanya untuk diminta tanda tangan mereka. Biasanya setelah membayar, penerima langsung membawa beras. Padahal nantinya masih ada formulir yang salah satunya berisi tanda tangan penerima Raskin. “Kendala seperti ini bisa dikatakan 90 persen masih dialami Satgas. Sulit tapi harus dilaporkan langsung ke Bulog tiap bulan,” lanjut Baroto Eko Pujanto, Kasi Pelayanan Intensifikasi Pangan.

Sedangkan sebanyak 23 desa/kelurahan dengan jumlah warga miskin paling banyak berada di Kecamatan Pracimantoro, Giritontro, Tirtomoyo, Manyaran, Ngadirojo, Kismantoro, Purwantoro.Jumlah RTS antara 435 hingga 897 per desa.

Dari data, paling banyak terdapat di Kecamatan Kismantoro disusul Manyaran. Dari 10 desa/kelurahan di Kismantoro, lima di antaranya memiliki warga miskin antara 487 hingga 897 RTS.  Paling banyak di Desa Gesing dengan 897 RTS.

“Di Kecamatan Manyaran juga banyak. Dari tujuh desa/kelurahan, lima paling banyak warga miskin. Tertinggi di Desa Gunungan dengan 860 RTS,” terangnya.

Safuan menambahkan, sebagian dari kecamatan itu juga masuk dalam kecamatan cukup tahan pangan (dulu rentan rawan pangan-red). Di antaranya Kecamatan Manyaran, Pracimantoro, Kismantoro, dan Paranggupito. Hal itu terjadi karena wilayah tersebut mengalami kekeringan saat kemarau, ditambah minimnya padi. “Jumlah RTS di Paranggupito justru tidak sebanyak di tujuh kecamatan tadi. Untuk Kecamatan Nguntoronadi kini sudah masuk tahan pangan,” lanjutnya. Eko Sudarsono