Ironis, Impor Singkong Makin Meningkat

Ironis, Impor Singkong Makin Meningkat

471
Ilustrasi
Ilustrasi

WONOGIRI- Meski masih dianggap sebagai makanan kelas bawah, Indonesia justru masih mengimpor singkong dari negara lain. Ironisnya, nilai impor itu ternyata makin tinggi dari tahun ke tahun.

Hal itu dikatakan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, saat meninjau lokasi Desa Mandiri Pangan di Desa Semin, Nguntoronadi, Wonogiri, Kamis (28/3). Rusman mengakui meski masih banyak mengimpor singkong, pemerintah belum menjadikannya prioritas menuju swasembada.

“Impor singkong setiap tahun makin bertambah. Oleh karena itu, tahun depan akan mulai kita galakkan agar impor singkong ini berkurang dan secara nasional jumlah singkong di Indonesia terus bertambah,” tutur Rusman.

Baca Juga :  Kakek 72 Tahun Tega Cabuli Pelajar SD di Wonogiri Sampai Lima Kali

Ia mengakui, hingga saat ini singkong belum masuk program pusat. Berbeda dengan beras, jagung, dan kedelai yang sudah masuk program pusat. “Untuk beras memang sudah banyak dan surplus, tapi tetap harus dipertahankan. Untuk kedelai meski bukan bahan makanan pokok, tapi terus kita upayakan untuk fokus dikembangkan karena kedelai secara tidak langsung diminati masyarakat mulai dari tempe, tahu, hingga kecap,” jelasnya.

Baca Juga :  Bersenggolan Dengan Truk Dump, Mahasiswa Tewas di Jalur Ngadirojo-Purwantoro

Rusman mengatakan, prospek singkong sebenarnya besar. Berbagai penganan olahan dari singkong banyak dibuat di Wonogiri. Hanya butuh pengemasan dan pemasaran yang kuat agar dikenal khalayak banyak.

Terpisah, Bupati Wonogiri Danar Rahmanto sangat berharap rencana pusat untuk pengembangan singkong itu benar terjadi.

“Saat ini singkong memang belum bisa memberikan kesejahteraan secara umum. Tapi kalau dirintis untuk dikerjakan secara profesional, bukan tidak mungkin produk olahan singkong bisa mendunia. Tinggal niat dan tekad kita,” tandas dia.

Eko Sudarsono

BAGIKAN