JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Istana: Tak Ada yang Bisa Menakuti SBY

Istana: Tak Ada yang Bisa Menakuti SBY

312
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

JAKARTA–Istana Kepresidenan kembali menanggapi isu demo 25 Maret yang disebut-sebut bermaksud menurunkan Susilo Bambang Yudhoyono. Istana menegaskan, pada Senin (25/3), Presiden SBY akan tetap bekerja biasa. Tak ada yang bisa mengancam dan menakut-nakuti SBY.

Staf Khusus Presiden Bidang Politik, Daniel Sparringa, menegaskan, Presiden SBY menerima demokrasi sebagai institusi sekaligus sebagai nilai-nilai pribadi. Tidak seorang pun dapat mengusik kepercayaan bahwa dedikasi terbaiknya kepada Indonesia adalah memperkuat demokrasi dan memberinya lebih banyak lagi dengan demokrasi bila ada kelompok yang mengancam akan menurunkannya di tengah jalan.

“Kepercayaannya kepada demokrasi membuat ia teguh pada pendirian bahwa rakyat Indonesia berdiri bersamanya untuk menyelesaikan amanat yang diberikan rakyat kepadanya hingga November 2014,” kata Daniel, Minggu (24/3).

“Tidak ada yang bisa mengancam dan menakut-nakuti dirinya hanya karena segerombolan orang berteriak di jalanan dengan pesan politik yang tak relevan. Pada 25 Maret Presiden memiliki agenda yang padat dan ia akan bekerja seperti biasa,” urai Daniel.

Sementara itu, Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi santai isu demo besar-besaran yang akan dilakukan Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) dengan agenda menurunkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jokowi berkeyakinan tidak ada gerakan seperti itu. “Ndak ada, ndak ada,” ucap Jokow.

Jokowi menegaskan, jika memang ada gerakan seperti yang diisukan tersebut pasti dia sudah diajak untuk melakukan koordinasi. Namun hingga semalam belum ada pemberitahuan apa pun yang diterima mantan walikota Solo ini. “Kalau ada diperkirakan itu, saya kira kita pasti sudah diajak rapat berkoordinasi,” ujarnya.

Sebelumnya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga berkeyakinan bahwa tidak ada kudeta yang dilakukan sipil, “Kalau bicara kudeta, tidak ada kudeta yang dilakukan sipil,” ujar Jusuf Kalla.

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD juga menanggapi enteng isu tersebut. Dia meragukan ada yang ikut gerakan itu. “MKRI nggak jelas juga siapa pengikutnya. Siapa coba pengikutnya? Nggak tahu,” ucap Mahfud.  Detik

BAGIKAN