Istri Kedua Irjen Djoko, Diperiksa 10 Jam

Istri Kedua Irjen Djoko, Diperiksa 10 Jam

367
Mahdiana ketika di periksa KPK. (ant)
Mahdiana ketika di periksa KPK. (ant)

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Mahdiana, istri kedua Irjen Djoko Susilo dalam kasus dugaan pencucian uang. Namun perempuan pemilik salon kecantikan di Pasar Minggu ini, menolak berkomentar, Rabu (20/3).

Mahdiana yang mengenakan kemeja warna krem dan berkerudung warna yang sama keluar pukul 19.50 WIB. Begitu keluar dari kantor KPK, Mahdiana sudah dijemput mobil APV B 1617 POB yang sudah menunggunya. Dalam perjalanan dari pintu ke KPK ke mobil, dia sempat ditanya wartawan. Namun tak ada komentar yang terlontar.

Mahdiana termasuk salah satu saksi untuk Djoko yang dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK. “Saksi untuk Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) DS,” kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Rabu (20/3).

Terkait kasus TPPU Djoko, KPK hingga saat ini telah menyita lebih dari 40 aset milik jenderal bintang dua itu dan terus menelusuri kemungkinan aset-aset lainnya yang berhubungan dengan kasus ini.

Selain Djoko Susilo, KPK telah menetapkan 3 tersangka lain dalam kasus proyek simulator SIM senilai Rp 197 miliar itu. Mereka adalah mantan Wakakorlantas Brigjen Didik Purnomo dan dua pengusaha Sukotjo Bambang dan Budi Susanto.

 

Mahdiana termasuk salah satu saksi untuk Djoko yang dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK. Mahdiana mendatangi KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, dengan mengenakan stelan blus krem dan kerudung krem. Datang sekitar pukul 10.00 WIB, Mahdiana tak berkomentar sedikit pun.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Tingkatkan Kapasitas Produksi, Ciptakan Produk Baru

Sementara itu, Irjen Djoko Susilo sendiri selalu bungkam saat ditanya wartawan mengenai hartanya yang disita KPK terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ternyata saat ditanya penyidik mengenai hal yang sama, mantan Kakorlantas itu pun tetap tak mau buka suara.

“Menurut penyidik beberapa kali Pak DS ini ditanya soal harta kekayaannya, tapi yang bersangkutan tidak mau menjawab,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Rabu (20/3).

Di sisi lain, salah satu aset Djoko Susilo yang telah disita KPK, yakni “Kebun Binatang” di Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, ramai-ramai dipasangi patok oleh puluhan warga.

Sebagaimana dikutip Tempo.co, sejumlah warga, Rabu (20/3) menginginkan lahan yang kini telantar itu bisa digarap oleh mereka untuk kepentingan berkebun agar bisa menghasilkan nilai ekonomi tambahan. “Kami hanya ingin berkebun nanas, enggak mungkin untuk menguasainya. Kami Siap membayar pajaknya,” kata Edi, salah seorang warga Kampung Kumpay.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Satu Panggung untuk Keragaman Bangsa

Oom, warga lainnya, mengatakan sejak Djoko ditetapkan sebagai tersangka korupsi, kebun yang sebelumnya juga banyak dihuni sejumlah binatang ternak itu nyaris tak terurus lagi. “Apalagi setelah disita KPK,” tuturnya.

Kepala Desa Kumpay, N.Fai Suparmi, mengaku setuju dengan keinginan warganya tersebut. “Daripada dibiarkan mubazir, mendingan digarap warga saja,” ujarnya.

Selain bisa memberikan penghasilan tambahan, tutur Suparmi, pihak desa juga tidak akan kehilangan penghasilan pajak dari lahan tersebut. “Kami bisa memungut pajak dari para penggarapnya,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Wahyudin Suhenda. “Kami khawatir jika tidak digarap oleh warga, tanah itu akan jadi telantar dan rawan aksi penyerobotan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, di desanya terdapat 50 hektare lahan milik mantan Direktur Korlantas dan Direktur Akpol itu. Ada pun yang berada di Desa Kumpay, luasnya mencapai 46 hektare–bukan 90 hektare yang selama ini santer diberitakan.

Dalam lahan milik Djoko yang terdapat di Desa Kumpay dan Cirangkong tersebut terdapat tiga buah vila, dua kolam besar ikan, juga bekas kandang sapi, kandang dan istal kuda, serta kandang rusa yang kini masih dihuni empat ekor rusa yang tak terpelihara.(Detik)

BAGIKAN