JOGLOSEMAR.CO Foto Jadi Tersangka, Hercules Cs Ditahan

Jadi Tersangka, Hercules Cs Ditahan

826
BAGIKAN
Hercules Rosario Marshal | dok
Hercules Rosario Marshal | dok

JAKARTA– Tokoh pemuda Hercules Rosario Marshal bersama 45 orang anak buahnya ditetapkan sebagai tersangka atas kericuhan yang terjadi di wilayah perumahan Kebon Jeruk Indah, Kembangan, Jakarta Barat. Polisi menetapkan Hercules sebagai tersangka atas tindak penghasutan, melawan petugas dan kekerasan. “Hercules resmi ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Sabtu (9/3).

Menurut Rikwanto, Hercules dijerat dengan pasal 160 KUHP tentang penghasutan, pasal 214 KUHP tentang melawan petugas, pasal 170 KUHP tentang kekerasan dan Pasal 2 UU No 12 Tahun 1951 (UU Darurat) tentang kepemilikan senjata. “Undang-undang darurat hukuman atas kepemilikan senjata maksimal 20 tahun, undang-undang lain maksimal 5 tahun,” lanjutnya.

Panit Resmob Polda Metro Jaya AKP Ary Cahya Nugraha mengungkapkan sebanyak 47 anak buah Hercules ditahan di Polres Jakbar, Polres Jaktim, Polres Jakpus dan juga Polres Jaksel. Sementara di Resmob Polda Metro Jaya, masih ada tiga orang lagi termasuk juga Hercules. “Di Polda masih ada tiga orang, Hercules dan 2 temannya,” ujar Ary.

Mengenai proses hukum, Ary menjelaskan bahwa Hercules dan anak buahnya tetap ditangani langsung oleh Polda Metro Jaya. Sedangkan pemindahan penahan sifatnya hanya dititip hingga kasusnya tuntas. Hercules Cs ditetapkan sebagai tersangka pemerasan dan kepemilikan senjata.

Sementara, pihak kuasa hukum Hercules akan mengajukan upaya penangguhan penahanan. “Kami akan mengajukan penangguhan penahanan. Ini kan masalah sepele. Cuma salah paham,” ujar kuasa hukum Hercules, Prambani di Polda Metro Jaya Jakarta.

Menurut Prambani, Hercules tidak pernah melakukan pemerasan, seperti yang dituduhkan oleh pihak kepolisian. Meski dia akan mengajukan penahanan, Prambani menyatakan Hercules mempersilakan proses hukum lainnya tetap berjalan. “Kita akan biarkan proses hukum berjalan. Insya Allah kita coba penangguhan penahanan. Bapak polisi itu kan bijaksana,” kata Prambani.

Sementara itu, Hercules membantah anak buahnya melakukan pemerasan.  “Tidak benar itu, anak buah saya ada kerjaan kok jadi keamanan. Gajinya sebulan Rp 2 juta,” kata Hercules. Dia juga menegaskan bahwa masalah yang tengah dihadapinya hanya salah paham dan akan ia klarifikasi ke penyidik. “Sedang klarifikasi dengan penyidik, setelah selsai nanti dilihat perkembangannya ya,” ungkapnya.

Dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kasat Reskrim Polres Jakbar Henky Haryadi, menyatakan Hercules dan anak buahnya melakukan pemerasan kepada beberapa perusahaan. Di antaranya dilakukan oleh Hercules langsung dengan nilai ratusan juta. “Dalam kurun waktu tiga bulan, ada tiga tempat atau tiga perusahaan yang kami pantau. Ketiganya mendapat pemerasan dengan dalih keamanan. Untuk tiga perusahaan ini, pemeras mengaku sebagai kelompok Hercules. Bahkan di tempat ada Herculesnya langsung yang angkanya ratusan juta rupiah,” Henky.

Menurutnya, modus yang dilakukan oleh kelompok Hercules adalah mereka mendatangi perusahaan dan meminta sejumlah uang untuk keamanan. “Di satu tempat, bahkan ada bentuk tertulis bahwa dengan kompensasi pada kelompok Hercules, maka tidak akan diganggu keamanannya. Yang sudah menyerahkan uang ke kelompok Hercules menyerahkan 20 juta. Atas dasar ini kami melakukan apel,” tegas Henky. 

Detik