Jaladara Kuras APBD Rp 721 Juta

Jaladara Kuras APBD Rp 721 Juta

316
Sepur Kluthuk Jaladara
Sepur Kluthuk Jaladara

BALAIKOTA-Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajat, menyatakan, anggaran sewa untuk 86 perjalanan kereta uap Jaladara mencapai Rp721 juta. Dana itu diambilkan dari APBD.

Untuk sekali jalan saja, Jaladara butuh Rp 8 juta lebih. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), menyebut, Jaladara memang butuh perawatan ekstra dibandingkan kereta api dengan mesin baru.

”Dana itu dari APBD 2013. Pemkot menganggarkan Rp721 juta, untuk perjalanan Jaladara setahun atau 86 kali perjalanan,” kata Yosca, di Loji Gandrung, Minggu  (3/3). Meski mengeluarkan anggaran yang fantastis itu, ia mengklaim Pemkot tak merasa rugi menyewa Jaladara.

Alasannya, banyak keuntungan multiplier effect yang diambil dari kereta uap kuno itu. Contoh, dalam sekali jalan, kereta itu bisa berhenti di lokasi belanja dan wisata di Solo, sehingga memikat banyak wisatawan berkunjung ke Solo.

Baca Juga :  Heroik, Upacara di Sungai Hingga di Atas tumpukan Sampah!

”Selama ini, saat kereta jalan dan berhenti di Ndalem Wuryoningratan dan Beteng, perputaran uangnya bisa mencapai puluhan juta rupiah,” ucapnya.

Ditanya soal tarif yang diecer Rp 50.000/orang, dan tarif sistem paket Rp 3,25 juta/paketnya, ia anggap sudah pas. Yosca mengklaim, sebelum muncul nominal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan biro perjalanan dan hotel di Solo. Nominal tarif itu, katanya, sudah terjangkau publik.

”Tidak masalah. Buktinya dengan tiket Rp 50.000/orang, peminat Jaladara tetap banyak. Kebanyakan dari luar kota seperti Surabaya, Jakarta dan Bandung,” paparnya. Menurutnya, perhitungan kasat mata antara biaya operasional dengan keuantungan, memang tidak sebanding.

Namun, karena Jaladara merupakan moda pariwisata, maka tetap harus dijalankan. Kemudian, untuk perjalanan, diputuskan tetap berangkat meski kursi tidak terisi penuh. Namun,  tetap saja dibatasi minimal 20 penumpang untuk menjalankan kereta uap berkapasitas 70 orang itu.

Baca Juga :  Kusuma Sahid Prince Hotel Solo Gelar General Staf Meeting

Hingga kini, sudah ada tujuh grup wisata yang mendaftar untuk naik Jaladara. Namun, pemberangkatan wisata itu, masih menunggu Peraturan Walikota (Perwali), terkait kepastian tarif. ”Kemungkinan tujuh grup wisatawan dari luar kota diberangkatkan akhir Maret,” paparnya.

Adapun, Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, mengatakan, penentuan tarif Jaladara ditentukan dari Perwali, seperti sebelumnya. Namun, Perwali lama tidak  jadi acuan untuk penentuan tarif tahun ini. Karena Perwali saban tahun direvisi.

”Pemkot memastikan Perwali tarif Jaladara tidak mahal. Bisa dijangkau semua kalangan,” katanya. Rudyatmo juga mengklaim, Jaladara sangat potensial mendograk kunjungan wisatawan ke Solo. Apalagi, moda pariwisata unik itu, tidak dimiliki semua kota di Indonesia.

Muhammad Ismail

 

BAGIKAN