JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Jalan Alternatif Lintas Kabupaten Rawan Laka

Jalan Alternatif Lintas Kabupaten Rawan Laka

927
BAGIKAN
RAWAN LAKA - Sebuah truk mengalami patah pada as roda saat melintas di Jalan Juwiring-Serenan, Jumat (8/3). Rusaknya rusa jalan ini membuat jalan tersebut rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Joglosemar/Angga Purnama
RAWAN LAKA – Sebuah truk mengalami patah pada as roda saat melintas di Jalan Juwiring-Serenan, Jumat (8/3). Rusaknya rusa jalan ini membuat jalan tersebut rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Jalan alternatif lintas Kabupaten yang menghubungkan wilayah Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di Desa Serenan Kecamatan Juwiring rawan terjadinya kecelakaan lalulintas. Hal tersebut dikarenakan kondisi ruas jalan rusak parah setelah dilalui kendaraan muatan berat.

Kepala Desa Serenan, Akib, mengatakan jalan sepanjang 500 meter yang menghubungkan Dukuh Ngepringan, Desa Serenan, dengan Dukuh Panjangan, Desa Gondangsari, Kecamatan Juwiring, rusak sejak tiga bulan terakhir. Akibatnya, hampir setiap hari kecelakaan terjadi di ruas jalan tersebut. “Hampir setiap hari ada pengendara motor yang jatuh karena menghindari ruas jalan yang rusak. Bahkan, truk dengan muatan berat sering kali mengalami pecah ban dan patah as roda,” ujarnya, Jumat (8/3).

Akib mengatakan jalan tersebut mengalami kerusakan karena banyaknya truk pasir yang melintas ke arah Sukoharjo. Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang membahayakan pengguna jalan. “Jalan itu sering menyebabkan kecelakaan. Saya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten segera memperbaikinya,” ujarnya.

Menurut dia kebanyakan kecelakaan yang terjadi adalah kecelakaan tunggal yang disebabkan jalan berlubang atau bergelombang. Padahal ruas jalan tersebut tidak lama ditambal pada akhir 2012 lalu. Namun lantaran kondisi tanah yang labil, ruas jalan tersebut kembali rusak.  “Jalan itu belum lama ditambal, sekitar akhir 2012 lalu. Tetapi, tiga bulan terakhir sudah rusak. Tekstur tanah di sini memang labil. Saya kira, agar awet, jalan harus dibeton. Kalau cuma ditambal, biasanya juga cepat rusak,” terangnya.

Warga sekitar, Wakidi, mengatakan setiap harinya banyak truk dengan muatan berat seperti pasir dan batu melintas di jalan tersebut. Menurutnya, selain truk-truk pasir yang melintas dari arah Juwiring ke Sukoharjo, bus-bus besar tujuan Bandung kerap kali melewati jalan itu. Di samping itu, truk-truk kontainer yang mengangkut hasil industri mebel di daerah Serenan dan Gondangsari memperparah kondisi jalan. “Pernah ada warga yang jatuh. Kakinya patah. Sampai sekarang juga belum sembuh. Saya berharap jalan segera diperbaiki. Beberapa talut di sisi jalan juga mulai miring. Itu menunjukkan kalau tanah di sini benar-benar labil,” urainya. Angga Purnama