JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Jalan Rusak, Dua Nyawa Melayang

Jalan Rusak, Dua Nyawa Melayang

354
BAGIKAN

Penyeberang Jalan Tewas Tertabrak Motor

 Bahkan, salah satu korban tewas ialah seorang perempuan yang tengah hamil lima bulan.

JALAN RUSAK—Pengendara mobil dan motor tengah melintas di jalan yang menghubungkan antara Tasikmadi dan Palur, tepatnya di Desa Buran, Tasikmadu yang kondisinya rusak berat, Selasa (19/2). Muhammad Ikhsan
Ilustrasi

WONOGIRI-Akibat jalan yang rusak, dua nyawa melayang sia-sia selama sepekan ini. Bahkan, salah satu korban tewas ialah seorang perempuan yang tengah hamil lima bulan, Ratna Dewi Utami (30) warga Lingkungan Ngemplak, Tirtomoyo.

Ratna tewas setelah tertabrak minibus yang menghindari jalan rusak. Sedangkan korban kedua ialah Fendy (40), warga Dusun Kepatihan, Jendi, Selogiri tewas setelah terperosok di jalan berlubang dan ditabrak kendaraan tak dikenal.

Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani melalui Kasat Lantas AKP Sugiyatmo didampingi Kanit Laka Iptu Subroto mengatakan, kecelakaan yang dialami Ratna terjadi di Jalan Raya Nguntoronadi-Baturetno di wilayah Dusun Godang, Kedungrejo, Nguntoronadi, Sabtu (9/3) pagi.

“Kronologisnya, minibus AD 1552 BG yang dikemudikan Slamet (54) warga Tirtomoyo melaju dari arah timur (Baturetno) menuju barat (Nguntoronadi). Di tempat kejadian perkara (TKP), mobil menghindari jalan berlubang sehingga membuang setir ke kanan. Dari arah berlawanan datang korban mengendarai Suzuki Smash AD 3540 CR. Jarak yang dekat membuat korban panik dan terjadi tabrakan,” jelas Sugiyatmo, Jumat (22/3).

Korban mengalami luka pada bagian kepala dan langsung dibawa ke Puskesmas Nguntoronadi namun tidak tertolong. Dari informasi warga, korban tengah mengandung sekitar lima bulan.

Sedangkan kecelakaan di Selogiri, terjadi sehari kemudian di wilayah Dusun/Desa Jendi sekitar pukul 04.00 WIB. Kejadian berawal saat motor Yamaha Mio AD 4108 SR yang dikendarai Fendy melaju dari barat ke timur. Saat di TKP ada jalan berlubang dan diduga korban tidak memperhatikan karena suasana gelap.

“Kami tidak bisa pastikan korban tabrak lari. Menurut keterangan warga seperti itu, tapi kami melihatnya sebagai kecelakaan tunggal akibat jalan rusak,” lanjutnya.

Soal jalan rusak ini, bukan tidak pernah pihak Polisi menyampaikan laporkan ke pihak terkait. Meski sudah sering melaporkan, alasan keterbatasan anggaran masih saja menjadi alasan yang diulang.

Sementara itu, Mismadi (65) warga Dusun Kaliampo RT 1 RW II, Ngadirojo Kidul, Ngadirojo tewas akibat tertabrak motor tidak jauh dari rumahnya, Jumat (22/3) sekitar pukul 05.00 WIB. Korban yang mengalami luka pada kepala dan kaki kiri akhirnya meninggal setelah sempat diberikan perawatan di Rumah Sakit Medika Mulya.

AKP Sugiyatmo mengatakan saat itu korban menyeberang jalan sambil memanggul satu lonjor bambu.  “Korban saat itu dari arah utara menuju selatan. Dari arah timur (Ngadirojo) menuju barat (Wonogiri) tiba-tiba datang Yamaha Vega AD 2756 QU yang dikendarai Susilo (23), mahasiswa warga Dusun Jepurun, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo. Diduga tidak hati-hati, motor menabrak pejalan kaki,” katanya.

Pengendara motor mengalami luka pada wajah dan sempat dirawat di rumah sakit. Sedangkan dari data di Sat Lantas Polres Wonogiri, sejak awal tahun 2013 hingga saat ini ada 19 kasus kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki. Dengan jumlah meninggal dunia satu dan luka berat satu.

“Kasus kecelakaan secara umum ada 94 kejadian dengan jumlah korban meninggal dunia 15, luka berat dua, dan luka ringan 117,” pungkasnya.

Eko Sudarsono