JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Jalur Manisrenggo-Kemalang Hampir Putus

Jalur Manisrenggo-Kemalang Hampir Putus

356
BAGIKAN
BERBAHAYA - Warga melintas di jalur Manisrenggo-Kemalang yang berlubang tepatnya di Desa Barukan Kecamatan Manisrenggo, Rabu (13/3). Joglosemar/Angga Purnama
BERBAHAYA – Warga melintas di jalur Manisrenggo-Kemalang yang berlubang tepatnya di Desa Barukan Kecamatan Manisrenggo, Rabu (13/3). Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Jalur Manisrenggo-Kemalang tepatnya di Desa Barukan Kecamatan Manisrenggo hampir putus setelah ruas jalan tepat di gorong-gorong yang melintang di jalur tersebut jebol. Jebolnya gorong-gorong tersebut diduga akibat sering dilindas angkutan galian C dengan tonase berlebih.

Akibat jebolnya gorong-gorong sedalam 1,5 meter tersebut, pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut harus berhati-hati. Menurut keterangan warga, gorong-gorong sudah jebol sejak beberapa bulan terakhir ini. Agar tidak membahayakan pengguna jalan, warga menutupi lubang dengan batu dan kayu bekas. “Kalau siang hari lubang yang ada di tengah jalan itu terlihat, tapi kalau pada malam hari pengguna jalan harus berhati-hati karena kondisi jalan yang gelap dan minim penerangan,” kata Mujiyono, warga setempat.

Keberadaan truk galian C dituding menjadi penyebab utama kerusakan jalur Manisrenggo-Kemalang itu. Selain menyebabkan rusaknya gorong-gorong, truk galian c juga menyebabkan ruas jalan Manisrenggo-Kemalang rusak dan bergelombang. Menurutnya, dalam sehari ada ratusan truk galian C dengan muatan berat yang melintas di jalur tersebut. Truk-truk tersebut menuju ke wilayah Boyolali, Salatiga, dan Semarang. “Kalau tidak segera diperbaiki maka jalur yang menghubungkan dua kecamatan ini bisa putus. Apalagi kondisi lubang pada gorong-gorong sudah memprihatinkan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Manisrenggo, Wahyudi, mengatakan kerusakan di sepanjang jalur Manisrenggo-Kemalang memang sering terjadi. Namun pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena penertiban terhadap truk galian C dengan tonase berlebih merupakan kewenangan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Klaten. “Kami sudah melaporkan kondisi jalur Manisrenggo-Kemalang dan wilayah Kecamatan Manisrenggo lainnya kepada pihak Pemkab. Namun kebijakan berupa perbaikan jalan merupakan kewenangan pihak Pemkab Klaten selaku pemegang anggaran,” jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten, Juwito, mengatakan jika hanya mengandalkan APBD Kabupaten Klaten, maka dana yang ada tidak cukup untuk mengkaver semua perbaikan jalan rusak. “Anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan yang jumlahnya ratusan hanya Rp 8 miliar di APBD 2013. Anggaran itu jelas tidak akan cukup. Untuk itu, cara menekan angka kerusakan hanya dengan penindakan. Apalagi Pemkab sudah dibelikan timbangan muatan di APBD. Kerjasama Dinas Perhubungan dan Polres sudah dilakukan tetapi penindakan diharapkan lebih maksimal,” jelasnya. Angga Purnama