JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Jalur Underpass Makam Haji Masih Ditutup

Jalur Underpass Makam Haji Masih Ditutup

433

Kontraktor PT KAI Ingkar Janji

SIDAK UNDERPASS- Jajaran Komisi III DPRD Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan underpass di perlintasan Makamhaji, Kartasura, Senin (4/3). Joglosemar/ Murniati
SIDAK UNDERPASS– Jajaran Komisi III DPRD Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan underpass di perlintasan Makamhaji, Kartasura, Senin (4/3 ) Kemarin.
JOGLOSEMAR | Murniati

SUKOHARJO- Janji PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Dian Previta untuk membuka satu jalur di underpass Makam Haji, Kartasura, Rabu (20/3) kemarin tidak terealisasi. Hal itu membuat jajaran Komisi III DPRD Sukoharjo geram dan memberikan kecaman.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Sekretaris Komisi III, Sunoto bersama beberapa anggota komisi yakni Parwanto, Mulyadi, Danur, Jumali serta Sunardi melakukan pengecekan ke lokasi pembangunan. Hasilnya, mereka harus menelan kekecewaan karena janji pihak terkait untuk membuka jalan di sana batal terlaksana.

Pantauan di lapangan pada pagi hari, jalan bawah tanah di Kelurahan Makam Haji itu belum dibuka untuk umum. Hanya warga di sekitar underpass yang boleh mendekati megaproyek itu. Sedangkan para pemakai jalan di sana terpaksa harus melewati jalan alternatif yang telah ditentukan karena underpass belum bisa dilewati oleh umum.

Selain itu, di lapangan juga terlihat sejumlah pekerja yang terus melakukan pembangunan jalan bawah tanah itu.

“Berdasarkan hasil rapat antara PT KAI, kontraktor, dan Komisi III, underpass akan dibuka satu arah pada Rabu (20/3) hari ini. Tapi ternyata hal itu belum terealisasi. Kami dari Komisi III sangat kecewa. Bahkan, kami khawatir jika tanggal 15 April juga molor lagi,” kata Sunoto, Rabu (20/3).

Pihaknya mengakui selama ini mendapatkan protes dari warga Makam Haji terkait proyek yang didanai oleh APBN sebesar Rp 27 miliar itu. Masyarakat mengeluhkan dampak debu, kerusakan jalan, dan lalu lintas yang tidak lancar. “Kami menjadi bahan makian dari warga di sana. Maka dari itu, kami akan terus memberikan tekanan kepada pelaksana di lapangan. Jadi atau tidak jadi, tanggal 15 April harus jadi,” ujarnya.

Melihat realita di lapangan, pihaknya meminta pelaksana proyek untuk menambah tenaga dan jam kerjanya. Dengan langkah itu, menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, bisa meminimalisir kemoloran sehingga bisa memenuhi deadline yang telah ditetapkan.

Sementara Ketua Komisi III, Nurjayanto menekankan kontraktor harus bekerja ekstra keras untuk bisa memenuhi batas waktu yang ditentukan.

Sebelumnya, anggota Komisi III, Timbul Darmanto meragukan proyek itu bisa selesai dan dilewati oleh masyarakat pada 20 Maret 2013. Hal itu dia sampaikan saat jajaran Komisi III melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi proyek, Senin (4/3) lalu. “Tidak akan selesai. Wong pekerjaan masih banyak padahal waktunya sangat mepet. Bisa dikatakan tinggal 45 hari,” katanya.

Murniati

 

 

 

BAGIKAN