Jatah 23 Sak Raskin Dijual Perangkat Desa

Jatah 23 Sak Raskin Dijual Perangkat Desa

317
ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR—Setidaknya sebanyak 23 sak beras untuk warga miskin (Raskin) di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso dijual oleh oknum perangkat desa setempat. 23 Sak Raskin yang setara dengan 345 kilogram itu seharusnya dibagikan kepada warga di Dusun Candi, Desa Jatirejo.

Seorang warga Dusun Candi, Sudarni, mengatakan Raskin itu telah dijual kepada tengkulak oleh oknum perangkat desa. Raskin yang jual merupakan jatah untuk Maret. “Warga kami belum mendapatkan jatah Raskin. Kami tahu beras itu sebenarnya sudah dikirim ke desa, tapi tidak sampai ke warga,” ungkapnya, Kamis (21/3).

Menurut Sudarni, penjualan Raskin juga melibatkan salah satu ketua RW di Dusun Candi. Pihaknya pun mendesak agar Raskin yang merupakan hak warga dikembalikan. Ia mengancam akan membawa kasus tersebut ke pihak kepolisian. “Jika tidak dikembalikan kami akan demo dan lapor polisi,” tegasnya.

Baca Juga :  Nggak Nyangka, Gadis Cantik Ini Ternyata Pengedar Esktasi. Saat DigerebeK Bawa Puluhan Butir

Ia menambahkan, jatah Raskin tersebut dijual ke tengkulak dengan harga Rp 5.400 per kilogram. Sehingga total uang yang diterima oleh oknum perangkat desa tersebut mencapai Rp 1,8 juta. “Biasanya saya bertugas membagi Raskin. Namun untuk bulan ini, katanya diambil alih oleh pemerintah desa dengan ketua RW,” jelas Sudarni.

Sementara itu, Kasie Pembangunan Pemerintahan Desa Jatirejo, Sunarno, membantah jika Raskin jatah warga dijual oleh pihaknya. Menurutnya, pihak pemerintah desa hanya sebatas mengantar beras ke tengkulak atas perintah Ketua RW, Sulam. “Saya tak pernah menerima uang penjualan tersebut. Penjualan Raskin itu menurut ketua RW sudah seizin warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bejat, Dipancing Mainan di HP, Tangan Wali Kelas MI di Karanganyar Bergerilya Nodai 4 Siswinya..

Dikonfirmasi, Ketua RW, Sulam, membenarkan jika telah menjual Raskin sebanyak 23 sak kepada tengkulak dengan harga Rp 1,8 juta. Ia berkilah penjualan tersebut dilakukan sesuai dengan amanat dari warga yang dananya akan dipakai untuk pembangunan gedung balai desa.

Kepala Gudang Bulog Karanganyar, Santoso, mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya praktik jual beli Raskin tersebut. Ia mengaku, pihaknya hanya melakukan distribusi Raskin ke tingkat desa. “Dengan adanya kasus tersebut kami akan melakukan koordinasi dengan Bagian Perekonomian Setda Karanganyar,” katanya.

Muhammad Ikhsan

BAGIKAN