Jelang Panen Raya, Harga Gabah Relatif Stabil

Jelang Panen Raya, Harga Gabah Relatif Stabil

599
PANEN PADI-Seorang petani memanen padi, Jumat (22/3). Panen padi di Boyolali pada musim panen tahun ini relatif stabil. Joglosemar|Ario Bhawono
PANEN PADI-Seorang petani memanen padi, Jumat (22/3). Panen padi di Boyolali pada musim panen tahun ini relatif stabil. Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Menjelang musim panen raya tahun ini, harga gabah kering di Boyolali relatif stabil. Stabilnya harga salah satunya dipicu tingginya serapan Bulog tahun ini, yakni sekitar 1000 ton beras.

Tulus Budiono, Ketua DPD Persatuan penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Jateng mengatakansaat ini harga gabah kering panen di Boyolali dan eks Karesidenan Surakarta stabil di angka Rp 3.250- Rp 3.350 per kilogram. “Harga tidak jatuh meski menjelang panen raya April mendatang, masih di atas harga pembelian pemerintah Rp 3.300 per kilogram,” ungkapnya, Jumat (22/3).

Menurut Tulus, kalaupun ada penurunan harga gabah hal tersebut mungkin karena kualitas gabah yang bersangkutan, misalnya gabah rusak karena diserang hama wereng, kresek, ataupun tikus. Namun menurutnya gabah dengan kualitas normal, harganya saat ini masih stabil dan masih menguntungkan petani. Apalagi tahun ini kerjasama dengan Bulog melalui mitra kerja dalam penyerapan gabah di wilayah Boyolali cukup tinggi. Menurut dia tahun ini serapan gabah untuk Boyolali mencapai 500 ton. Selain itu juga serapan berupa beras mencapai 600 ton. Sehingga total serapan Bulog menurut dia mencapai 1000 ton setara beras.

Saat ini, penyerapan hasil panen petani sudah terealisasi sebanyak 105 Gabah Kering Giling (GKG) dan beras sebanyak 210 ton. Serapan tersebut belum maksimal lantaran baru beberapa daerah di eks Karesidenan Surakarta yang panen. “Panen raya diperkirakan April mendatang,” kata dia.

Terpisah, Kepala Perum Bulog Subdivre Wilayah III Surakarta Edhy Rizwan, saat dikonfirmasi wartawan menyatakan harga gabah GKP di pasaran kini masih tinggi yakni antara Rp3.350,00 per kilogran hingga Rp3.500,00 per kilogram. Dengan harga di atas HPP tersebut maka menurutnya masih menguntungkan para petani.

Lebih lanjut dijelaskannya, realisasi pengadaan pangan di Bulog Surakarta saat ini mencapai 6.000 ton beras dan 4.500 ton gabah. Selain itu untuk stok di gudang Bulog menurut dia juga masih aman, yakni mencapai 26.000 ton dengan ketahanan pangan hingga empat bulan ke depan. Ario Bhawono

BAGIKAN