Jembatan Nyaris Ambrol

Jembatan Nyaris Ambrol

374
NYARIS PUTUS - Pengendara motor melintas di jembatan di di perbatasan Desa Tarubasan dengan Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Selasa (5/3). Kondisi jembatan nyaris putus setelah fondasi jembatan tergerus arus deras. Joglosemar/Angga Purnama
NYARIS PUTUS – Pengendara motor melintas di jembatan di di perbatasan Desa Tarubasan dengan Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Selasa (5/3). Kondisi jembatan nyaris putus setelah fondasi jembatan tergerus arus deras. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Jembatan di perbatasan Desa Tarubasan dengan Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, nyaris ambrol. Hal ini lantaran fondasi jembatan pada sisi utara patah dan hampir tidak kuat menahan beban jembatan.

Dari pantauan Joglosemar, Selasa (5/3), kondisi fondasi yang patah pada sisi utara membuat badan jembatan amblas. Pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut harus ekstra berhati-hati jembatan amblasnya cukup dalam. Bahkan bodi beberapa mobil yang melintas sempat bersentuhan dengan aspal karena dalamnya titik yang amblas.

Warga Desa Tarubasan, Salamin (40) mengatakan jembatan tersebut amblas sejak seminggu terakhir. Menurutnya, patahnya fondasi jembatan itu lantaran tergerus aliran Kali Buntung yang cukup deras pasca hujan yang mengguyur wilayah ini. “Sejak seminggu terakhir ini aliran Kali Buntung cukup deras sehingga fondasi terus tergerus. Padahal lalu lintas di atasnya cukup padat, tidak jarang ada truk dengan muatan berat melintas. Akibatnya badan jembatan amblas,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Menurutnya, kondisi ini diperparah dengan banyaknya sampah yang menumpuk pada fondasi jembatan. Hal itu menyebabkan air Kali Buntung hanya mengalir di sisi utara dan selatan. “Fondasi di sisi utara memang sudah retak sebelumnya. Kuatnya arus kali yang deras membuat retakan fondasi semakin melebar,” kata dia.

Untuk meminimalkan kerusakan akibat beban yang terlalu berat, warga memasang rambu berupa pagar bambu yang dipasang melintang di sisi utara dan selatan jembatan. Tujuannya agar kendaraan yang melintas secara satu per satu.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Kades Tarubasan, Suhardja, mengatakan jembatan itu adalah bagian jalan kabupaten yang menghubungkan Klaten kota dengan Kecamatan Karanganom sekaligus jalur alternatif antar Kabupaten Klaten-Boyolali. Menurutnya, jika dibiarkan tanpa penanganan serius, jembatan bisa putus dan mengganggu aktivitas warga. “Jembatan itu konon adalah peninggalan zaman penjajahan Belanda. Bagian jalan yang amblas dan membentuk cekungan itu membahayakan, terutama bagi mobil bertipe sedan. Makin rendah, makin bahaya. Cekungan mulai terbentuk sepekan lalu, tapi jadi lebih parah,” ujarnya.

Suhardja berharap jembatan itu segera diperbaiki. Ia mengatakan telah melaporkan hal itu kepada pihak terkait. “Penyangga jembatan sudah retak sekitar satu meter. Jembatan ini menurut saya harus dibangun ulang karena umurnya sudah sangat tua,” kata dia. Angga Purnama

BAGIKAN