Joget Flash Mob Ala Supeltas

Joget Flash Mob Ala Supeltas

327

Tapi justru tarian ala kadarnya ini membikin gelak tawa dan acara berlangsung dengan seru

FLASH MOOB MASSAL-Ratusan pengunjung Solo Grand Mall menari bersama pada salah satu kegiatan Pra Event peringatan CFD ke-3 kota Solo di Atrium mall setempat, Kamis (21/3) malam. Joglosemar/Yuhan Perdana
FLASH MOOB MASSAL-Ratusan pengunjung Solo Grand Mall menari bersama pada salah satu kegiatan Pra Event peringatan CFD ke-3 kota Solo di Atrium mall setempat, Kamis (21/3) malam. Joglosemar/Yuhan Perdana

Pemandangan tak lazim tampak jelas di atrium Solo Grand Mall (SGM) saat beberapa anggota Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) lengkap dengan busana kebesarannya memadati kawasan ini, Kamis (21/3) malam. Dengan penuh semangatnya, puluhan Supeltas Solo ini nge-dance dengan iringan lagu Capek Deh versi remix dan lagu Dance Again milik Jennifer Lopez.

Tanpa babibu dan mengabaikan nilai seni, para Supeltas menari ala kadarnya. Tapi justru tarian ala kadarnya ini membikin gelak tawa dan acara berlangsung dengan seru. Tak sedikit suara tawa dari pengunjung bersahutan dengan iringan lagu bernuansa beat  yang acap kali disisipi dengan peringatan keselamatan di jalan raya.

Gelak tawa  dari para pengunjung berangsur berhenti, tatkala Solo Hip Hop Dance (SHDC) nge-dance diikuti dengan Supeltas, Satlantas, Dishubkominfo Surakarta. Bukan hanya para Supeltas, anggota komunitas Solo yang rutin memadati car free day (CFD) turut larut dalam menari bersama ini. Meski pemandangan ini cuma sekian menit, namun acara ini terbilang seru. Tak sedikit pengunjung yang tidak canggung untuk ikut menari bersama.

Kegiatan menari bersama ini dilakukan sebagai Pre-Event peringatan ulang tahun car free day (CFD) yang ke-3. Oleh sebab itulah para anggota Supeltas, Satlantas, dan Dishubkominfo diajak serta untuk menyosialisasikan keselamatan berkendara lewat acara yang menarik banyak orang

Betty Amalina, koordinator kegiatan, mengatakan flash mob menjadi rangkaian peringatan CFD ke 3 yang juga melibatkan komunitas-komunitas yang aktif di CFD. Melalui kegiatan ini Dishubkominfo juga ingin menyampaikan pesan keselamatan berkendara. “Selain itu kami juga ingin memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menaati peraturan lalu lintas,” ujarnya.

Yosca Herman Sudrajat, Kepala Dishubkominfo kota Surakarta mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini.  Menurutnya kegiatan peringatan tak selalu identik dengan hura-hura, sehingga menari untuk menyosialisasikan keselamatan berkendara merupakan kegiatan yang inovasi yang kreatif dan inspiratif. “Semoga dengan acara seperti ini bisa membuat masyarakat dan pengguna jalan khususnya tergerak untuk memiliki kesadaran saat berada di jalan raya,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang pengunjung yang ikut menari bersama, Febri Nugraheni mengaku sangat senang bisa menari bersama elemen yang aktif mengatur lalu lintas. Kegiatan seperti ini baru dijumpainya di Solo. “Saya tadi waktu jalan-jalan saja bersama teman-teman. Sewaktu dari atas saya melihat segerombolan orang menari lengkap dengan busana sebagai pengatur lalu lintas, ya saya turun saja. Ternyata memang asyik juga,” ujar salah seorang pelajar swasta di kota Solo ini.  Raditya Erwiyanto

BAGIKAN