JOGLOSEMAR.CO Foto Jogja Dijamin Tetap Aman

Jogja Dijamin Tetap Aman

407
BAGIKAN

Psikologis 31 Tahanan Saksi Penyerangan Terganggu

Jogja Anti Kekerasan. (ant)
Jogja Anti Kekerasan. (ant)

JOGJA– Kerabat Keraton Yogyakarta, Gusti Bendoro Pangeran Hario (GBPH)  Prabukusumo (adik dari Sri Sultan HB X) menjamin bahwa kondisi DIY akan tetap aman. Menyusul insiden penyerangan bersenjata di Lapas Cebongan Sleman yang berimbas pada kekhawatiran ataupun ketakutan warga dan mahasiswa NTT yang ada di Jogja.

GBPH Prabukusumo menuturkan, peristiwa penyerbuan itu mau tak mau mencoreng citra Jogja yang selama ini kondisinya aman. Prabu menambahkan, ia juga telah meminta kepolisian menuntaskan persoalan ini dengan cepat agar tak menimbulkan keresahan. “Kami juga minta polisi menindak oknum-oknum yang mengatasnamakan diri dari wilayah atau asal-usul tertentu yang ingin membuat onar. Kami tak ingin Jogja jadi sarang preman,” jelasnya dilansir Tempo.

Adik dari Sri Sultan itu pun meminta para oknum yang selama ini menyebabkan keresahan di tempat umum segera insyaf. “Orang-orang yang selama ini suka berkeliaran melakukan kericuhan, kriminal, pemerasan, dan meresahkan, segera sadar saja karena ini sudah keterlaluan,” jelasnya.

Prabu tidak setuju jika usai penyerangan ke LP Sleman diberlakukan operasi jam malam di Yogyakarta. Menurutnya, Yogyakarta selama ini telah menjadi kota sibuk dengan ribuan mahasiswa dan wisatawan yang beraktivitas di malam hari. “Tidak perlu jam malam, itu malah membuat Jogja semakin tegang suasananya,” ucapnya.

Prabukusumo memastikan bahwa informasi melalui BBM maupun SMS menyesatkan yang menyebutkan adanya sweeping terhadap warga tertentu tidak benar. “Saya langsung konfirmasikan info itu kepada Bapak Letkol Inf Richard Tampubolon (Asintel Danjen Kopassus). Dengan tegas dipastikan beliau bahwa itu berita tidak benar dan menyesatkan,” tegasnya.

Gusti Prabu berpesan kepada warga maupun mahasiswa asal Indonesia timur, terutama NTT, yang ada di Yogyakarta untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Jangan pernah merasa khawatir maupun takut dengan berbagai isu yang dihembuskan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Sementara itu, sebanyak 31 tahanan yang berada di ruang A5, blok A, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) IIB, Cebongan, Sleman, dinyatakan mengalami dampak psikologis akibat pembantaian terhadap empat narapidana oleh sekelompok orang tak dikenal, Sabtu (23/3) kemarin. Pihak Lapas telah memberikan beberapa kali penjelasan berupa jaminan jika kejadian tersebut tidak akan kembali terulang. “Namun, masih ada satu dua orang tahanan yang masih sering melamun dan diam saja,” jelas B Sukamto, Kepala Lapas Cebongan, Sleman, Minggu (24/3).

Menurut Sukamto, ada beberapa narapidana yang mengaku ketakutan dan merasa trauma, akankah kejadian serupa kembali terulang dan menimpa mereka.”Ada yang bertanya-tanya, ternyata Lapas ini bisa ditembus oleh pihak asing dan melakukan perbuatan yang mencederai itu. Kita juga sampaikan, kejadian itu tidak akan terulang kembali,” jelasnya. Okezone | Cisilia Perwita S