JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Jual Beli Raskin di Dusun Candi Sesuai Kesepakatan Warga

Jual Beli Raskin di Dusun Candi Sesuai Kesepakatan Warga

315
DIPROTES - Petugas membagikan jatah Raskin di Kantor Desa Kujon, Kecamatan Ceper, Sabtu (23/3). Joglosemar/Angga Purnama
Ilustrasi

KARANGANYAR–Kasus jual beli beras untuk warga miskin (Raskin) yang terjadi di Dusun Candi, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso mulai menemui titik terang. Pasalnya, pihak perangkat desa dan kecamatan setempat angkat suara mengenai persoalan tersebut.

Camat Ngargoyoso, Sugiyarto mengatakan mencuatnya isu jual beli Raskin itu terkait erat dengan persoalan politik pasca-Pilkades. Pihak calon kepala desa yang kalah dalam pemilihan tersebut sengaja melaporkan adanya jual beli Raskin tersebut, padahal sudah ada kesepakatan.

“Sebenarnya itu sudah ada pembicaraan dengan warga setempat, namun karena ada pihak yang tak hadir dalam pertemuan, jadi tak tahu kalau ada kesepakatan penjualan Raskin tersebut,” ungkap Sugiyarto, Selasa (26/3). Pihak yang tidak hadir dalam pertemuan itu adalah salah satu calon Kades yang kalah.

Menurut Sugiyarto, calon Kades yang kalah tersebut tidak mengetahui secara pasti persoalan penjualan Raskin tersebut. Sebab kabarnya usai gelaran Pilkades, calon Kades tersebut sempat pergi meninggalkan rumah beberapa hari. “Jadi ini hanya salah pengertian saja, miss komunikasi. Namun saat ini sudah selesai masalahnya,” terangnya.

Sugiyarto menambahkan, telah ada kesepakatan warga untuk menjual jatah Raskin sebagai tambahan dana pembangunan gudang inventarisasi di desa setempat. Terkait jatah Raskin yang tidak boleh diperjualbelikan, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada warga penerima. “Kesepekatannya seperti itu mau bagaimana lagi. Ini juga untuk kepentingan warga bersama,” katanya.

Kades Jatirejo, Sukiman mengatakan semenjak mencuatnya kasus tersebut ke publik, pihaknya akhirnya memutuskan untuk mengembalikan jatah Raskin kepada 23 rumah tangga sasaran (RTS) terkait. “Dalam rembuk warga saya juga memohon maaf secara terbuka dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut,” katanya.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengimbau agar seluruh camat melakukan pengawasan dalam pendistribusian Raskin di daerahnya masing-masing. “Saya minta seluruh camat turun langsung mengawasi distribusi Raskin. Ini untuk memastikan apakah sudah diterima oleh RTS atau belum,” ungkapnya.

Muhammad Ikhsan

 

BAGIKAN