JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Jumat, Boyongan Pasar Bekonang

Jumat, Boyongan Pasar Bekonang

456
BAGIKAN

Ratusan Kios dan Los Masih Kosong

Joglosemar|Budi Arista Romadhoni BOYONGAN PASAR NONGKO-Sejumlah pedagang melakukan kirab boyongan dari pasar darurat ke Pasar Nongko, Solo, Selasa (22/1). Pasar nongko diresmikan Walikota Solo FX Hadi Rudiyatmo dan pedagang dikirab dari pasar darurat dengan mengenakan pakaian tradisional.
IlustrasiBoyongan Pasar Nongko Solo bulan lalu

SUKOHARJO- Ratusan pedagang Pasar Bekonang akan melakukan boyongan ke bangunan pasar yang baru, Jumat (22/3). Namun demikian, ratusan kios dan los di pasar tersebut masih kosong karena belum dibeli pedagang.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya menyebutkan, semua fasilitas umum (fasum) sudah lengkap dan bangunan sudah bisa ditempati pedagang. Dengan begitu, perputaran uang di sana bisa kembali seperti semula. “Kami sudah memutuskan, acara boyongan Pasar Bekonang dilakukan pada Jumat Kliwon (22/3). Kami pilih Kliwon karena pasaran di sana itu ya Kliwon,” kata Wardoyo, Selasa (19/3).

Wardoyo meminta agar semua pedagang bisa masuk ke bangunan pasar yang baru. Pertimbangannya, tempat berdagang yang baru ini lebih baik dibandingkan dengan pasar darurat yang mereka gunakan sekarang. “Semuanya kami harap masuk ke pasar dan tidak lagi ke pasar darurat,” ujarnya.

Selain lebih layak, pasar yang baru itu juga diklaim telah dilengkapi dengan sejumlah fasum, termasuk musala. “Fasum di sana sudah lengkap, jadi sudah siap digunakan,” katanya lagi.

Disinggung mengenai peresmiannya, bupati belum bisa memastikan tanggalnya. Namun pihaknya memperkirakan, agenda itu akan dilaksanakan pada April mendatang karena saat ini pihaknya masih  menunggu kepastian dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Sriyono menyebutkan, tanggal peresmian di Sukoharjo bersamaan dengan agenda yang sama di Solo. “Kita masih koordinasikan dengan Pemkot Solo karena di sana juga akan meresmikan pasar tradisional,” katanya.

Kendati demikian, ada ratusan kios dan los yang masih kosong. Data Disperindag Sukoharjo menyebutkan, ada 476 kios dan 350 los di Pasar Bekonang. Namun ada ratusan kios dan los yang belum terisi atau kosong. Dari data menyebutkan, ada 54 kios di lantai I masih kosong. Sementara itu, untuk lantai II juga bernasib sama. Ada sembilan kios dan 54 los yang menunggu dibeli oleh pedagang. Jadi, total dari kios yang belum terisi adalah 55 buah, sedangkan los ada 54.

Kekosongan itu menurut dia harus segera diisi. Pasalnya, April mendatang pasar yang dibangun menggunakan dana APBD sebesar Rp 35 miliar itu akan diresmikan oleh Mendag, Gita Wirjawan.

Sementara itu, pedagang kelapa di pasar darurat Bekonang, Suraji (55) belum mengetahui perihal boyongan tersebut. Namun, pihaknya menyambut baik jika rencana itu bisa direalisasikan. “Saya malah belum tahu, belum ada informasi dari pihak pasar. Tapi kami senang karena di pasar darurat, dagangan kami kurang laku,” kata Suraji.

Murniati