Karaoke Remang-remang Milik Oknum Polisi Ditutup Paksa

Karaoke Remang-remang Milik Oknum Polisi Ditutup Paksa

594

Tiga Pemandu Dikukut, Satu Masih SMP

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Tim gabungan dari Polres Sragen, Muspika, dan tokoh masyarakat Gemolong menggerebek paksa tujuh tempat karaoke liar di kawasan Terminal Gemolong, Sragen, Senin (11/3) malam sekira pukul 20.00 WIB. Selain menutup paksa dua karaoke yang buka malam itu, tim juga mengamankan tiga gadis pemandu karaoke yang satu di antaranya masih di bawah umur.

Ironisnya, dua karaoke yang nekat buka itu justru diketahui milik oknum polisi berinisial KUN, anggota salah satu Polsek di Polres Boyolali. Sementara, satunya lagi adalah milik mantan anggota TNI berinisial SUW asal Banjarsari RT 5, Kragilan, Gemolong. Penggerebekan dan penutupan paksa dilakukan sebagai puncak kekesalan warga dan tokoh masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan karaoke ilegal tersebut.

Informasi yang dihimpun, operasi gabungan itu dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Tim bersama masyarakat dan tokoh agama setempat langsung menuju tempat karaoke yang berada di deretan kios di kompleks Terminal Gemolong itu. Dari tujuh titik karaoke remang-remang yang terdeteksi, hanya dua yang malam itu terlihat buka.

Tanpa ampun, warga dan tim langsung menggeledah karaoke dan meminta semua pengunjungnya keluar. Dari lokasi karaoke milik KUN, tim mengamankan tiga gadis pemandu yang semuanya masih berusia belasan tahun. Bahkan, satu di antaranya ditengarai baru menginjak usia SMP.

Juga diamankan beberapa botol minuman beralkohol dari kedua lokasi karaoke yang digerebek. Semua gadis pemandu, berikut penjaga dan barang yang disita, selanjutnya langsung dibawa ke Mapolsek untuk didata dan diteruskan ke Polres. Sesampai di Polres, mereka langsung didata oleh unit penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) hingga sekitar pukul 03.00 WIB.

Sayangnya, tidak ada satu pun personel yang mau buka suara perihal penangkapan dan pemeriksaan ketiga gadis pemandu itu. Sementara, dua oknum polisi dan mantan TNI pemilik karaoke sama-sama tidak mengindahkan panggilan kepolisian.

Camat Gemolong, Tri Warsono mengatakan operasi bersama itu terpaksa dilakukan karena berulang kali peringatan dan imbauan untuk tutup tidak diindahkan oleh pemiliknya. Menurutnya, keberadaan karaoke di kawasan terminal itu memang sangat meresahkan warga di lingkungan sekitar. Selain mengganggu pasien di RSUD dr Soeratno yang bersebelahan dengan terminal, karaoke tanpa izin itu juga mengganggu tempat peribadatan yang lokasinya tidak jauh dari tempat karaoke tersebut. Wardoyo

BAGIKAN
  • mamad

    Karoike bisnis yang menggiurkan, sewa perjamnya luamyan, jualan Birnya bisa ber kali lipat dari harga biasanya, belum cash kalo pemandu nyanyinya dibawa keluar . Astaga naga …. inilah Cara cepat untuk kaya