Kasus DBD Naik, Dana Fogging Ludes

Kasus DBD Naik, Dana Fogging Ludes

252
Ilustrasi
Ilustrasi

WONOGIRI-Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Wonogiri meningkat di awal tahun ini. Jika tahun 2012 lalu ada 13 kasus, maka selama tiga bulan di awal 2013 ini saja sudah ada 20 laporan kasus. Akibatnya, dana untuk pengasapan alias fogging pun bisa dikatakan ludes.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Widodo melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Suprio Heriyanto mengatakan, 20 laporan kasus di atas tersebar di 10 kecamatan. Sementara jatah dari jatah 16 titik fogging, kini hanya tinggal satu stok untuk jatah Kecamatan Puhpelem.

“Di bulan Januari 2013 ada 13 kasus, Februari ada empat kasus, dan Maret ini hingga hari ini ada tiga kasus. Yang terakhir masuk laporan dari Karangtengah, Desa Ngambarsari. Seorang ibu usia 60 tahun positif DBD. Di bulan yang sama tahun 2012 lalu, hanya ada satu kasus di Bulan Januari. Februari dan Maret tidak ada temuan,” jelas Suprio, Rabu (27/3).

Terkait habisnya stok untuk fogging, imbuhnya, pada 2012 lalu selama setahun dari jatah 16 titik masih sisa dua titik. Sedangkan di tiga bulan awal tahun 2013 ini saja, dari jatah 16 titik fogging, sudah dipakai 15 titik.

“Sejak APBD 2011, anggaran untuk fogging sebanyak Rp 35 juta. Cukup untuk 16 titik tadi. Dulu sempat dianggarkan Rp 200 juta tapi sering tersisa, sehingga dana dikurangi. Untuk tahun ini, kami akan ajukan ke APBD Perubahan 2013,” lanjutnya.

Mengingat hanya tinggal jatah untuk satu titik fogging, bukan tidak mungkin akan habis sebelum diusulkan ke APBD Perubahan. Padahal puncak DBD tiap tahunnya berada di Oktober, November, Desember, Januari. Jika hal itu terjadi pihaknya akan coba mengusulkan ke dana tak terduga.

Di sisi lain, temuan jumlah kasus warga yang terserang Demam Dengue (terjangkit virus namun belum sampai DBD), juga meningkat. Jumlahnya ada 32 temuan selama tiga bulan ini. Tahun lalu juga 32 temuan, tapi selama satu tahun. “Warga tetap kami imbau waspada. Sampai hari ini dari enam kecamatan endemis DBD yang belum ada laporan temuan hanya di Kecamatan Wuryantoro. Untuk Kecamatan Baturetno, Ngadirojo, Wonogiri, Selogiri, Manyaran, sudah ada temuan,” jelas Suprio.

Slima kecamatan tadi, lima kecamatan lain yang sudah dilaporkan ada temuan adalah Kecamatan Tirtomoyo, Batuwarno, Karangtengah, Jatiroto, dan Girimarto.

Eko Sudarsono

BAGIKAN