Kasus Jamaah Haji Bodong Didominasi Jamaah Nunut

Kasus Jamaah Haji Bodong Didominasi Jamaah Nunut

231
Joglosemar/Yuhan Perdana
Joglosemar/Yuhan Perdana

KLATEN – Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Klaten terus melakukan verifikasi terhadap Kartu Tanda Penduduk (KTP) Calon Jamaah Haji (Calhaj) yang masuk dalam kuota Klaten.

Dari verifikasi tersebut diketahui 36 KTP Calhaj dari 182 KTP yang dicurigai berasal dari luar daerah, mayoritas didaftarkan dengan cara nunut (menumpang) pada Kartu Keluarga (KK) warga lokal. Padahal kebanyakan warga yang ditumpangi tidak mengenal nama Calhaj bersangkutan. Hal tersebut disampaikan salah satu anggota Tim II Verifikasi KTP Calhaj Dispendukcapil, Sapto Nugroho. Ia mengatakan, modus nunut tersebut dilakukan untuk mendapatkan legalisasi perpindahan penduduk dan mendapatkan KTP Klaten. “Sehingga, Calhaj bersangkutan yang berasal dari luar Klaten dapat melakukan pendaftaran haji untuk kuota Kabupaten Klaten,” paparnya, Rabu (27/3).

Ia menjelasnya dengan modus tersebut, KTP melalui jalur resmi akan mudah didapatkan karena adanya surat perpindahan penduduk. Kondisi ini menyulitkan petugas untuk menentukan legalitas KTP Calhaj dari luar daerah itu. “Karena yang dipegang adalah KTP asli, padahal yang bersangkutan tidak berdomisili di Klaten. Maka dari itu, perlu adanya verifikasi yang dilakukan secara intensif oleh petugas,” jelas Sapto.

Meskipun begitu, ia mengakui tidak semua warga pemilik KK tidak mengenal Calhaj dari luar daerah itu. Ia menyebutkan seperti yang terjadi di Desa Meger, Kecamatan Ceper, seorang calhaj atas nama Ahmad Wahidi sengaja dipindahpendudukan dan nunut KK milik Kumaidi. Padahal yang bersangkutan berdomisili di Pondokgede, Jakarta. Ahmad Wahidi sendiri berstatus pindah penduduk ke Klaten sejak awal 2010 dengan disertai surat pindah penduduk resmi. “Dari keterangan warga pemilik KK, pihak keluarga sengaja untuk memberangkatkan Calhaj yang bersangkutan. Untuk itu, Ahmad Wahidi sengaja dipindahkan status pendudukannya ke Klaten,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kasi Infoduk Dispendukcapil Klaten itu.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Klaten, Joko Wiyono, mengatakan verifikasi dilakukan dengan bekerjasama dengan pemerintah desa setempat. Hal ini dilakukan untuk mempermudah verifikasi KTP Calhaj bersagkutan beserta dengan data kependudukannya yang dipegang oleh pemerintah desa. “Tim Pemkab Klaten bekerjasama dengan pemerintah desa masih melakukan verifikasi terhadap 1.234 lembar KTP,” ujar Joko.

Dari 1.234 lembar KTP itu, kata Joko, 128 lembar KTP masih dalam tahap pencermatan. Namun dari 128 itu, 36 KTP di antaranya belum ditemukan pemiliknya. Tim terus menelusuri keberadaan pemilik KTP tersebut. “Tim masih di lapangan, kami masih menunggu hasilnya. Mungkin akhir Maret sudah beres,” ujar Joko. Angga Purnama

BAGIKAN