Kasus Kasda: Bupati “Ada Rekayasa Mengudeta Saya”

Kasus Kasda: Bupati “Ada Rekayasa Mengudeta Saya”

353

Target utama para konspirator itu adalah menjadikan Bupati Agus sebagai tersangka yang kemudian akan dijadikan novum untuk Untung Wiyono di Peninjauan Kembali (PK) ke MA.

Agus Fatchur Rahman Bupati Sragen
Agus Fatchur Rahman
Bupati Sragen

SRAGEN—Jengah terus disebut dan diseret dalam drama kasus korupsi Kasda, Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman akhirnya angkat bicara. Bupati mengaku sudah mengendus adanya upaya rekayasa yang dimainkan sejumlah pihak lewat pembelokan kasus pencairan Kasda dengan target utama untuk menggulingkan kepemimpinannya. Bahkan, tanpa canggung ia mulai menyebut nama Wakil Bupati, Daryanto sebagai pihak yang ikut berperan di dalamnya.

Dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Minggu (31/3), Bupati menyampaikan adanya skenario yang dirancang sistematis untuk mengudeta dirinya lewat pembelokan momen pencairan Kasda tanggal 2 Juli 2011.

“Penafsiran tanda tangan di rapat 1 Juni 2011, lalu nota dinas Kepala DPPKAD Srie Wahyuni tanggal 15 Juni yang memelintir fakta rapat, dan pencairan deposito tanggal 2 Juli tanpa memberi tahu bupati sebagai pemilik BPR dan pemegang kuasa pengelolaan keuangan daerah adalah bukti amat telanjangnya rekayasa keji itu,” paparnya, Minggu (31/3).

Baca Juga :  Digerebek Pesta Sabu, 2 Kanit dan Sipir LP Sragen Hanya Akan Jalani 4 Bulan Penjara

Menurut Bupati, pembelokan dan penyesatan itu dilakukan secara sistematis, terencana, dan metode lempar batu sembunyi tangan. Ia juga menyebut skenario itu sangat terlihat dari beberapa insiden sebelum pencairan. Seperti momen pidato Wabup tanggal 20 Juni 2011 di apel PNS yang kemudian mengakibatkan rush (mengalirnya) miliaran rupiah di BPR Joko Tingkir keesokan harinya. Lalu, tanggal 2 Juli 2011, momen Wabup memanggil Direktur BPR Joko Tingkir, Surono dan Yuseph Wahyudi, adalah pendorong terjadinya pencairan sejak jam 15.00-16.00 WIB.

“Target utama para konspirator itu adalah menjadikan Agus Fatchur Rahman sebagai tersangka yang kemudian akan dijadikan novum UW (Untung Wiyono) di Peninjauan Kembali ke MA dan kudeta. Kalau selama ini saya diam bukan berarti saya tidak paham apa-apa, tapi saya amat paham semuanya. Saya hanya jaga kahanan saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Wah, Oknum Makelar Gentayangan Jelang Penetapan 6 Kadinas Baru di Sragen

Atas fakta itu, dirinya meminta semua pihak berkewajiban melawan pembelokan dan penzaliman ini. ia amat menghormati proses hukum, namun tidak akan membiarkan semua bentuk rekayasa yang bertujuan menyeret dan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah.

Terpisah, Wabup Daryanto enggan menanggapi perihal statemen bupati itu. Soal pidatonya tanggal 20 Juni 2011 yang disebut memicu rush, ia meminta dibuka rekamannya. Kemudian soal pemanggilan Surono serta Yuseph tanggal 2 Juli menjelang pencairan Kasda, ia juga memilih tidak ingin berpolemik. “Ngapunten Mas, saya tidak ingin berpolemik di luar,” ujarnya.

Wardoyo

BAGIKAN