JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Kasus MAN 2 Solo, Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Kasus MAN 2 Solo, Diselesaikan Secara Kekeluargaan

484
BAGIKAN

Ini akan kita jadikan evaluasi bersama dan perbaikan untuk lebih meningkatkan lagi kualitas pendidikan kita. (Nasiruddin | Kasi Mapenda Kemenag Solo)

ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Banyak pihak berharap supaya permasalahan baku hantam antara guru dan murid yang terjadi di MAN 2 Solo dapat diselesaikan dengan kekeluargaan. Salah satu pihak yang ingin supaya permasalahan yang terjadi di sekolah yang terletak di kawasan Sriwedari segera tuntas adalah Kepala Seksi (Kasi) Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Mapenda) Kementerian Agama Solo, Nasiruddin.

Nasiruddin menuturkan Kota Solo yang dicap sebagai Kota Layak Anak jangan sampai ternodao gara-gara kejadian pemukulan di MAN 2 Solo. Penyelesaian yang cepat dan solutif sangat diperlukan agar tidak mengganggu proses belajar dan mengajar, apalagi kelas XII tengah bersiap menghadapi UN.

Pihaknya sendiri menambahkan tengah mencari solusi yang tepat untuk menangani kasus ini. “Kami sudah mengirim pengawas ke MAN 2 Solo kemarin, hanya saja belum ada laporan hasilnya seperti apa. Ini akan kita jadikan evaluasi bersama dan perbaikan untuk lebih meningkatkan lagi kualitas pendidikan kita,” katanya kepada Joglosemar, Selasa (5/3).

Nasiruddin menambahkan bahwa pihaknya akan mengumpulkan kepala sekolah-kepala sekolah dan diberi arahan, sehingga kejadian ini bisa dijadikan pelajaran berharga serta tak terulang lagu. “Untuk arahanya tidak perlu kegiatan khusus, karena kita sering ada pertemuan. Lha, nanti bisa kita sisipkan arahan itu saat ada program yang melibatkan kepala-kepala sekolah, seperti sosialisasi UN misalnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Kurikulum MAN 2 Solo, Iman Paimin mengatakan bahwa pihak sekolah juga akan menyelesaikan masalah ini dengan jalur kekeluargaan. “Untuk bentuk pembinaanya kemudian seperti apa, akan kita sampaikan setelah Tim Pencari Solusi memusyawarahkan hal itu. Kami juga berharap masalah ini segera bisa diselesaikan,” jelasnya.

Saat wartawan mendatangi rumah siswa A yang melakukan pemukulan kepada Wakil Kepala MAN 2 Solo, Sugiyono, lagi-lagi si A tak ada di rumah. Kedua orangtuanya maupun keluarganya yang lain juga sudah keluar.

Beruntung masih ada Anggar yang merupakan teman Club Motor siswa A yang semalam menginap di rumah siswa A mengungkapkan bahwa semalam ada pembicaraan keluarga mengenai musibah yang dialami temannya itu. “Bapak dari siswa A dan semua sepakat untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan saja. Siswa A juga masih sangat ingin sekolah, orang anaknya itu rajin masuk sekolah dan tak pernah bolos,” katanya. Ahmad Yasin Abdullah