Kasus Suap Impor Sapi: Dua Bos PT Indoguna Segera Disidang

Kasus Suap Impor Sapi: Dua Bos PT Indoguna Segera Disidang

407
BERKAS PENYIDIKAN SELESAI. Tersangka kasus suap impor daging sapi, Arya Abdi Effendi tiba untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, di Jakarta, Rabu (27/3). Antara Foto
BERKAS PENYIDIKAN SELESAI. Tersangka kasus suap impor daging sapi, Arya Abdi Effendi tiba untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, di Jakarta, Rabu (27/3). Antara Foto

JAKARTA—KPK merampungkan berkas dua tersangka penyuap dalam kasus kuota impor daging di Kementerian Pertanian, dua Direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. Keduanya segera disidang di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Jaksa bilang setelah tanggal 27 Maret 2013, 14 hari kerja berkasnya akan dilimpahkan ke pengadilan, terhitung mulai hari ini (kemarin),” kata pengacara kedua tersangka, Bambang Hartono di gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/3).

Mengenai dakwaan yang disangkakan kepada keduanya, Bambang mengaku belum tahu. Namun, ia mengungkapkan, berkas Juard dan Arya akan disatukan. “Kata jaksa sih dijadikan satu. Pembelaan pun jadi satu,” ungkapnya seperti dikutip di Viva.

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

Selain itu, Bambang pun menjelaskan soal pertemuan kliennya dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) yang saat itu menjabat sebagai Presiden PKS, Januari 2013 di Medan. “Dia (LHI) kan ustaz besar. Bicarakan soal daging kaleng karena dulu banyak yang mengeluh. Di masyarakat, beredar daging celeng,” jelas Bambang.

Namun, Bambang melanjutkan, mengenai urusan uang, Arya dan Juard ini tidak kenal dengan Luthfi. Ia pun menegaskan, setelah pertemuan itu tidak ada pembicaraan mengenai kuota daging impor. “Karena dalam pertemuan itu ada menteri, LHI, Elisabeth, itu mengenai keluhan, daging itu langka,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kisah Siswi SMA Bertemu Sang Ayah Saat Order Ojek Online, Ini Pesan Salma untuk Anak 'Broken Home'

Di sisi lain, KPK masih belum melakukan penyitaan terhadap aset-aset Luthfi dan masih dalam tahap penelusuran. “Sedang ditelusuri aset-aset tersangka. Di mana lokasi-lokasinya, saya belum mengetahui,” kata juru bicara KPK, Johan Budi. “Apabila ada penyitaan akan diinformasikan kembali,” tambahnya.

Widi Purwanto

BAGIKAN