Kelangkaan Solar Kian Parah, Pemkab Surati Pertamina

Kelangkaan Solar Kian Parah, Pemkab Surati Pertamina

473
ATUR ANTREAN- Seorang anggota polisi tengah memberikan aba-aba kepada pengemudi truk yang antre mengisi BBM solar yang baru saja dikirim di SPBU Nglangon, Sragen, Senin (25/3). Wardoyo
ATUR ANTREAN- Seorang anggota polisi tengah memberikan aba-aba kepada pengemudi truk yang antre mengisi BBM solar yang baru saja dikirim di SPBU Nglangon, Sragen, Senin (25/3). Wardoyo

SRAGEN—Pemkab Sragen mengirimkan surat ke Pertamina UPMS IV Yogyakarta terkait krisis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang terjadi dalam dua pekan terakhir. Sementara itu, kepanikan pembelian (panic buying) dari kalangan petani dan pemilik angkutan terus menghiasi setiap kedatangan kiriman pasokan solar ke SPBU-SPBU yang ada di Sragen.

Surat Pemkab bernomor 510/240/436/2013 itu dikirim ke Pertamina, Senin (25/3). Dalam surat yang ditandatangani Plt Sekda Sragen, Endang Handayani tersebut, intinya Pemkab meminta PT Pertamina segera mengambil kebijakan guna mengatasi kelangkaan solar bersubsidi untuk menghindari gejolak di masyarakat.

Isi surat juga menyebutkan tiga pertimbangan untuk mendasari perlunya kebijakan mengatasi problem kelangkaan solar oleh Pertamina. Pertama, Pemkab sudah mengeluarkan surat pemberitahuan ke SPBU dan masyarakat terkait program pembatasan BBM bersubsidi.

Kedua, Maret-April ini sektor pertanian Sragen baru memasuki masa panen dan musim tanam, sehingga semua peralatan mesin yang digunakan membutuhkan solar sebagai bahan bakar. Dan ketiga, Kabupaten Sragen merupakan penyangga pangan terbesar kedua di Jateng, sehingga jika problem BBM solar tidak teratasi dikhawatirkan mengganggu stabilitas produktivitas pertanian.

Di sisi lain, komitmen Pertamina yang tengah pekan lalu sempat memberi angin segar dengan siap menormalkan distribusi kembali dipertanyakan. Sebab, mayoritas SPBU membeberkan bahwa kelancaran pasokan hanya terjadi dua hari, Kamis (21/3)-Jumat (22/3) ketika Dinas Perdagangan Sragen menemui pihak Pertamina. Namun, setelah hari itu hingga kini, pengiriman kembali tersendat dan minim.

Aksi panic buying pun terus terjadi di hampir semua SPBU tiap ada kiriman ke SPBU. Bahkan, aparat kepolisian terpaksa disiagakan untuk mengatur antrean. Andi (52), petani asal Pondok, Kedungupit, Sragen mengaku sudah dua hari traktornya terpaksa dihentikan karena tak bisa mendapat solar.

“Kemarin (lusa) sudah tidak dikirim, hari ini tadi (kemarin) dapat kiriman 8 ton langsung habis dalam 2 jam. Petani dan truk sudah banyak yang nunggu. Kami juga terpaksa membatasi pembelian agar semua dapat,” tegas Plt Direktur Perusda SPBU Nglangon dan Pilangsari, Ary Anggoro ditemui kemarin. Wardoyo

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR