Kelangkaan Solar: Petani Menjerit, Gubernur Tak Tahu Menahu

Kelangkaan Solar: Petani Menjerit, Gubernur Tak Tahu Menahu

311

Kelangkaan Solar Belum Teratasi

Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN—Dinas Perdagangan Sragen menyampaikan sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina pusat dan ditindaklanjuti dengan pengiriman solar ke 21 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sragen pada Kamis ( 21/3) hingga Jumat (22/3) dini hari. Namun, pengiriman itu tak cukup meredam krisis lantaran sejumlah SPBU tetap mengaku hingga kini pengiriman belum bisa rutin setiap hari.

Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan Sragen, Siti Suharmi mengatakan kuota pengiriman solar itu antara satu hingga dua tangki setiap SPBU. Menurutnya, kiriman dari Pertamina berjumlah lebih dari 200 kiloliter atau lebih dari kuota harian Sragen sebanyak 172 kiloliter.

“Memang saat ini ada lonjakan kebutuhan solar oleh para petani untuk menjalankan alat-alat pertanian mereka. Ada sekitar 21.873 buah mesin pompa sawah yang semuanya membutuhkan solar. Agar tidak terjadi krisis, kami minta SPBU juga lebih bijak mengatur penjualan,” ujar Siti dalam rilisnya, Sabtu (23/3).

Baca Juga :  Empat Siswi Korban Guru Pedofil di Karanganyar Trauma Berat

Meski mendapat kiriman berlimpah, krisis solar ternyata belum juga mereda. Pasalnya, pascapengiriman, pola pengiriman kembali seperti hari-hari sebelumnya yakni pasokan dioglang dan tak rutin setiap hari. Beberapa pengelola SPBU bahkan terpaksa harus memberlakukan pembatasan pembelian agar semua konsumen, utamanya petani bisa mendapat jatah. Antrean panjang pembeli saat kiriman datang serta antrean truk-truk luar kota yang kehabisan solar hampir mewarnai setiap SPBU di jalur utama Sragen.

Baca Juga :  Dua Kasie Disperindag Sragen Saling Baku Hantam, Satu Masuk RSUD

Ironisnya, Gubernur Jateng, Bibit Waluyo mengaku tidak tahu soal krisis solar bersubsidi yang terjadi di Sragen maupun sejumlah daerah di eks Karesidenan Surakarta. Saat bertandang ke Sragen akhir pekan lalu, ia mengaku belum mendapat laporan mengenai hal itu dan memilih tidak menanggapi. “Saya nggak berani ngomong kalau nggak ada laporan dan data valid. Tanya sama Pemasaran IV Pertamina saja,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo mendesak Pertamina segera menormalkan pasokan seperti sedia kala. Pihaknya khawatir jika pasokan masih bertahan seperti saat ini, maka akan mematikan harapan petani yang saat ini menjerit karena memasuki masa pengolahan tanah tapi kesulitan mendapat solar.

Wardoyo

BAGIKAN
  • jangan lupa perhatikan juga spbu,,,,,,,,kasihani dan dengarkan keluhannya,,,,,,,