Kemenkes Selidiki Keracunan Boyolali

Kemenkes Selidiki Keracunan Boyolali

299
Joglosemar|Ario Bhawono KETERANGAN WARGA-Petugas Dirjen PPPL Kemenkes memintai keterangan warga Desa Sobokerto terkait terjadinya keracunan massal kemarin, Kamis (28/2).
Joglosemar|Ario Bhawono
KETERANGAN WARGA-Petugas Dirjen PPPL Kemenkes memintai keterangan warga Desa Sobokerto terkait terjadinya keracunan massal kemarin, Kamis (28/2).

BOYOLALI –Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan untuk mencermati kasus keracunan massal yang terjadi pada hajatan warga Dukuh/Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak. Untuk mencermati kasus tersebut Kemenkes menurunkan petugas Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen PPPL) ke Sobokerto untuk memantau kondisi lokasi kejadian, Kamis (28/2).

Rinarso, salah satu petugas Dirjen PPL Kemenkes mengatakan, pihaknya datang ke lokasi keracunan mengingat kasus ini sudah termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Kedatangannya untuk memeriksa lebih detail kondisi di lapangan. “Kasus keracunan massal ini sudah masuk KLB,” ungkap dia.

Petugas dari Dirjen PPL Kemenkes mendatangi rumah Sukimin (52), empunya hajatan. Petugas kemudian memeriksa kondisi rumah Sukimin serta lingkungan sekitar, termasuk sanitasi dan tempat memasak untuk hajatan. Langkah ini lantaran dari pengalaman kasus keracunan yang pernah terjadi karena faktor sanitasi yang kurang baik dan tidak memenuhi syarat.

Selain memeriksa rumah Sukimin, petugas juga mengecek kondisi terakhir korban keracunan. Terkait ini Rinarso berkomentar perlunya daerah memiliki alat deteksi dini penyebab keracunan.

Dengan alat deteksi dini tersebut, dapat diketahui dengan cepat faktor penyebab keracunan. Meskipun secara pasti penyebab keracunan baru diketahui setelah melalui uji laboratorium. “Daerah yang belum punya dan sering ada kasus keracunan bisa mengusulkan bantuan ke Kemenkes,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Widyastuti, petugas PPPL lainnya mengatakan pada kesempatan itu pihaknya juga menyelidiki tingkat sebaran, usia, dan waktu korban keracunan. Pemeriksaan dilakukan dengan meminta keterangan warga yang menjadi korban maupun tidak. Data yang diperoleh dari lapangan itu, kemudian ditambahkan ke data Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, untuk dilaporkan ke Kemenkes.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jumlah korban keracunan usai hajatan ngunduh mantu di rumah Sukimin mencapai 215 orang. Dinkes sendiri sudah membuka posko kesehatan di tempat kejadian. Setelah posko ditutup, warga dapat dilayani di Pos Kesehatan Desa atau Puskesmas. Saat ini, korban keracunan massal sudah membaik dan dapat beraktivitas biasa.

Ario Bhawono

 

 

BAGIKAN