Kera-Kera Balekambang Jadi Liar, Hendak Disumbangkan

Kera-Kera Balekambang Jadi Liar, Hendak Disumbangkan

278

Bikin Gemas Pengelola, Pernah Merusak Kantor

Joglosemar/Abdullah Azzam
Joglosemar/Abdullah Azzam

Jam pagi itu menunjuk pukul 10.00 WIB. Seperti biasa, ruas jalan kawasan Balekambang menuju kawasan Manahan ramai lalu lalang kendaraan. Tapi, Rabu (27/3) pagi itu, ada pemandangan yang beda. Jalanan mendadak ramai oleh warga yang berdatangan.

Mereka ramai-ramai menyaksikan ulah liar sejumlah kera koleksi Taman Balekambang yang kabur dari kawasan taman. Tujuannya, mengarah ke kawasan Manahan yang banyak pepohonan. Bagi warga, ulah liar sejumlah kera itu momen langka. Termasuk bagi Eko, warga yang sekaligus seorang pegawai di Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang mengabadikan momen kaburnya kera-kera itu dengan kamera Ponselnya.

Sejatinya, kaburnya kera-kera koleksi Taman Balekambang bukan yang pertama. Eko sendiri mengaku sudah beberapa kali menyaksikan ulah liar kera-kera tersebut. ”Memang kera-kera itu sering keluar dan mencari makan di pepohonan yang ada di kawasan Manahan,” ujarnya, sembari melihat aksi kera-kera tersebut.

Meski liar, katanya, kera-kera itu tidak mengganggu warga.  Hanya saja, yang ditakutkan adalah, ulah kera-kera itu berpotensi membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, saat berada di pepohonan, sesekali kera-kera itu menjatuhkan ranting atau buah ke jalan.”Ya kalau pas ada pengendara sepeda motor lewat, terus kejatuhan ranting atau buah, bisa berbahaya. Terlebih jalanannya di kawasan sini ramai,” kata  Tarjo, warga setempat yang ikut menyaksikan ulah liar para kera itu.

Tidak hanya berlompat di dahan pohon Mahoni, para kera juga menyusuri kabel listrik yang ada di sepanjang jalan sisi utara Manahan. Tidak jarang, kera-kera itu mengambil buah yang bisa dimakan. Seperti pisang maupun jambu. ”Kalau pagi seperti ini memang biasa berkeliaran, tetapi kalau sudah sore nanti kembali ke Balekambang,” imbuh Tarjo.

Para pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Wisata dan Maliawan sendiri sudah gemas dengan ulah liar kera-kera itu. Semula, kera-kera itu dikoleksi pihak taman untuk jadi hiburan para pengunjung. Tapi apa boleh buat, kera-kera itu justru sering membuat repot pegawai, karena kerap kabur dari taman.

Saking gemasnya, UPTD pun berencana menyumbangkan delapan ekor kera koleksi Taman Balekambang ke tempat lain. Tentunya, jika sudah berhasil menangkapnya. Kepala UPTD Endang Sri Murniati, mengakui, jika kera-kera koleksi taman memang sering keluar dari kawasan Taman Balekambang. Ia merasa ulah liar para kera itu mulai meresahkan. ”Plavon kantor juga dirusakkan, dulu pernah kejadian kera mengambil jaket pengunjung,” kisah Endang kepada Joglosemar.

Endang tidak tahu penyebab para kera itu menjadi liar. Padahal, saban hari juga rutin diberi makan. ”Setiap hari jatah makan kera itu tiga kali, ya kami berikan buah-buahan,” tuturnya. UPTD mengaku kewalahan untuk menangkap kera-kera yang kabur itu.

Pihaknya juga minta tolong kepada pihak Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) untuk menangkapnya. ”Sebenarnya koleksi ada delapan, tetapi yang satu sudah ditangkap jadi tinggal tujuh. Nanti kalau tertangkap akan kita sumbangkan saja,” kesal Endang.

Ari Purnomo

BAGIKAN