JOGLOSEMAR.CO Foto Ketua OSIS SMPN 3 Baturetno Dikeroyok

Ketua OSIS SMPN 3 Baturetno Dikeroyok

1006
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

WONOGIRI-Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 3 Baturetno, Ipung Setya Utama (14), diduga dikeroyok empat kakak kelas, Jumat (1/3). Akibat dikeroyok, siswa kelas VIII ini harus menjalani rawat inap di Baturetno karena sakit di dada dan perutnya.

Informasi yang dihimpun, pengeroyokan itu berawal dari penertiban atribut dan kelengkapan seragam sekolah. Untuk itu pengurus OSIS termasuk ketuanya turun melakukan pemeriksaan. Saat giliran memeriksa siswa kelas IX, didapati beberapa murid tidak memakai ikat pinggang  sesuai ketentuan warna yang diatur dalam tata tertib sekolah.

Dari sekian yang mendapat teguran dari Ketua OSIS, akhirnya empat siswa merasa diremehkan. Mereka tidak terima karena merasa lebih senior dibanding Ipung yang masih adik kelasnya. Alhasil, saat pergantian jam pelajaran sekitar pukul 09.00 WIB, empat kakak kelas Ipung mencarinya dan membawanya ke dalam kamar mandi. Di sana, Ipung dikeroyok.

Kepala SMPN 3 Baturetno, Dwi Marwoto membenarkan adanya kejadian tersebut. Empat siswa yang melakukan pemukulan telah dipanggil dan diharuskan untuk meminta maaf kepada Ipung. “Mereka juga langsung kita bina. Ipung kami bawa ke ruang UKS dan diantar TU pulang ke rumah. Tidak lama orangtuanya datang ke sekolah untuk meminta kejelasan atas apa yang terjadi pada Ipung. Namun paman Ipung sepertinya sudah melapor ke polisi,” jelasnya, Sabtu (2/3).

Tidak hanya orangtua Ipung, orangtua ke empat siswa pengeroyok juga telah dipanggil sekolah. Bahkan pihak sekolah juga telah memberitahukan kepada orangtua para pengeroyok bila kasus itu dilaporkan ke polisi. “Empat siswa tadi memang terkenal bandel di sekolah. Membolos dan tidak mengikuti les sudah beberapa kali. Biar menjadi pelajaran berharga bagi mereka. Kami juga sudah sampaikan kepada orangtua agar tidak kaget jika ada polisi yang mengundang mereka ke kantor polisi,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Rawat Inap Baturetno, Budi Ashari mengatakan Ipung sudah diperbolehkan pulang kemarin. Kondisinya membaik dan hasil rontgen menyatakan tidak ada luka serius. “Keluhan sesak dan nyeri di dada. Hasil rontgen baik. Tidak ada luka di organ dalam. Luka lebam juga tidak ada,” terang dia.

Sementara itu, Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani melalui Kapolsek Baturetno, AKP La Amani mengatakan laporan penganiayaan atas kejadian itu sudah masuk.

“Namun kami masih harus mengecek kebenarannya kepada sekolah,” katanya. Eko Sudarsono