JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Kios Pasar Cepogo Terbakar Kerugian diperkirakan Ratusan Juta

Kios Pasar Cepogo Terbakar Kerugian diperkirakan Ratusan Juta

410
BAGIKAN
Tiga kios di Pasar Cepogo yang ludes terbakar, Sabtu (16/3) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian mencapai ratusan juta.  JOGLOSEMAR|Ario Bhawono
Tiga kios di Pasar Cepogo yang ludes terbakar, Sabtu (16/3) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian mencapai ratusan juta.
JOGLOSEMAR|Ario Bhawono

BOYOLALI-Tiga kios Pasar Cepogo terbakar, Sabtu (16/3),  pukul 02.15 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Kobaran api berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet  ke kios maupun los lainnya.

Tiga kios yang terbakar terdiri dua kios Sembako milik Sri Hardani (40) dan Tutik Andriyani  (40) serta warung  soto milik Tujinem (50), ketiganya warga Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo.

Akibat kejadian itu, Sri Hardani diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta karena sore harinya baru saja kulakan. Sementara korban Tutik Andriyani diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta, sedangkan Tujinem diperkirakan merugi sekitar Rp 5 juta.

Informasi yang dihimpun Joglosemar menyebutkan api dengan cepat membesar dan melalap habis tiga kios tersebut. Beruntung kejadian tersebut segera diketahui warga yang tengah melintas. Kejadian itupun langsung diberitahukan ke penjaga pasar,warga dan perangkat desa setempat.

Warga pun segera berupaya memadamkan api kebakaran. Warga berjibaku dengan api dan mencegahnya supaya tidak merembet ke bangunan yang lain. Selain itu, petugas pemadam kebakaran juga segera datang ikut memadamkan kobaran api sehingga dapat dipadamkan.

Diduga kebakaran disebabkan orang gila yang membakar sampah di dekat tiga kios tersebut. Aksi orang gila itu tidak diketahui oleh  warga maupun para pedagang. Diduga api bakaran sampah tersebut kemudian merembet dan membakar tiga kios tersebut berikut barang dagangan yang ada di dalamnya.

“Kami menduga penyebabnya orang gila yang membakar sampah dekat kios,” tutur Sofiatun (52), salah satu pedagang.

Menurutnya, orang gila tersebut sering bermalam di dalam pasar. Bahkan sore sebelum kejadian, dirinya sempat melihat orang gila itu membawa pisau dan korek api.

Saat itu, ia sudah curiga dan sempat rasan-rasan dengan suaminya. Namun saat itu, suaminya mengatakan tidak apa-apa, malah menurut dia jika pisau diminta nanti orang gila tersebut bisa jadi malah mengamuk dan merusak kios.

Siti (39), pedagang yang lain menambahkan saat ini orang gila tersebut sudah diambil keluarganya untuk dibawa ke rumah sakit jiwa.

Menurut Siti, kebakaran kios ini mengingatkannya pada kebakaran sejumlah kios dan los di Pasar Pengkol, Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, beberapa waktu lalu. Penyebab kebakaran saat itu juga diduga dilakukan oleh orang gila.

Camat Cepogo, Siti Askariyah membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya dari keterangan para saksi mata, diketahui ada orang gila yang membakar sampah dekat kios.

“Akibatnya tiga kios terbakar tetapi tidak ada korban jiwa,” jelas dia.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kapolsek Cepogo, AKP Bambang Rusito juga membenarkan kejadian tersebut. Menurut Kapolsek, tengah melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran kios pasar tersebut. “Masih kami selidiki,” imbuh dia.

Ario Bhawono