JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Kisruh Pilkades Mojodoyong, Kabag Pemerintahan Siap Menghadap DPRD

Kisruh Pilkades Mojodoyong, Kabag Pemerintahan Siap Menghadap DPRD

305
BAGIKAN

pilkadesSRAGEN-Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan dan Pertanahan, Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Suwandi, Senin (18/3), menegaskan proses pemilihan kepala desa (Pilkades) di Mojodoyong, Kedawung sudah dilaksanakan sesuai prosedur. Namun demikian, pihaknya mengaku siap dipanggil oleh DPRD Sragen terkait permasalahan Pilkades Mojodoyong yang menuai protes dari sebagian warga.

Hal itu disampaikan menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan puluhan orang mengatasnamakan warga Mojodoyong di kantor DPRD Sragen, Sabtu (16/3). Menurut Suwandi, berdasarkan hasil klarifikasi ke panitia, proses Pilkades yang dimenangkan calon incumbent di Mojodoyong dengan selisih empat suara itu, sudah sesuai prosedur.

Penetapan DPT dan hasil akhir perhitungan suara sudah ditandatangani kedua pasangan calon. Pada berita acara hasil akhir juga sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak antara calon yang kalah dan yang menang.

Perihal dugaan penggelembungan suara, ia juga meyakinkan kemungkinan adanya praktik itu sangat kecil. Sebab, proses penukaran undangan dengan kartu suara diawasi langsung oleh saksi dari masing-masing calon dan RT.  Sehingga apabila ada pihak yang ingin bermain dengan kartu suara, tidak akan sulit untuk diketahui.

Namun dia tidak menampik apabila beberapa warga memasukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat menggunakan hak suara di bilik suara. Tindakan itu tidak sah sehingga tidak berpengaruh terhadap jumlah suara bagi calon kepala desa.

Ketua panitia Pilkades Mojodoyong, Sutarto membantah ada kecurangan atau penggelembungan suara. Menurutnya dari data otentik di panitia, jumlah warga yang hadir tercatat sebanyak 4.366 orang, bukan 4.326 orang. Ia juga memastikan tidak mungkin orang luar bisa mencoblos karena di setiap tempat penukaran undangan dengan surat suara ada Ketua RT, dan saksi dari kedua calon. Wardoyo