Komisi II: Pindahkan Pusat Oleh-oleh ke Bekas Gedung Lowo

Komisi II: Pindahkan Pusat Oleh-oleh ke Bekas Gedung Lowo

381
Pusat penjualan oleh-oleh rame dikunjungi para wisatawan
IlustrasiPusat penjualan oleh-oleh 

SUKOHARJO- Ketua Komisi II DPRD Sukoharjo, Hasman Budiadi menilai wilayah di sekitar Terminal Sukoharjo, lebih cocok digunakan sebagai pusat warung makan. Menurutnya, tempat itu kurang representatif digunakan sebagai pusat oleh-oleh dan suvenir khas Sukoharjo.

“Hal itu sudah terbukti. Pedagang mengaku sepi pengunjung dan akhirnya mereka memilih tutup,” ujar Hasman, menanggapi mangkraknya pusat oleh-oleh dan suvenir khas Sukoharjo di Joho, Selasa (26/3).

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya mengusulkan agar kios untuk suvenir dan oleh-oleh khas Sukoharjo direlokasi. Apalagi ada rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ruang pamer atau showroom di bekas gedung Lowo, SAR, dan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD). “Nah, pas juga kalau mereka dipindah ke showroom. Sedangkan 11 kios itu digunakan untuk warung,” katanya.

Karena lokasinya berdekatan dengan Terminal Sukoharjo Kota, Ketua Fraksi PKS ini pun meminta Pemkab, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk menjalin koordinasi dengan Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom). “Kami harap ada koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah  (SKPD) terkait. Jangan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya lagi.

Di sisi lain, ia menilai mangkraknya 11 kios pusat oleh-oleh tersebut sebagai kegagalan Pemkab dalam mengembangkan potensi daerah.

“Kalau dilihat secara keseluruhan, keberadaan kios itu pastinya ingin mengenalkan Sukoharjo kepada para pendatang. Namun ternyata Pemkab gagal dalam mewujudkan itu,” katanya.

Seperti yang diberitakan Joglosemar, sebanyak 11 kios di pusat oleh-oleh dan suvenir yang berada di Kelurahan Joho, mangkrak sejak September 2012 lalu. Kios tersebut dibangun untuk menyambut kedatangan Gubernur Bibit Waluyo yang melakukan kunjungan ke Sonorejo, Sukoharjo. Namun setelah digunakan menyambut Gubernur itu, kios tersebut langsung ditinggalkan para pemilik yang mengaku dagangannya tak laku.

Murniati

BAGIKAN