JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Komisi II: Proyek Jalan Jensud Salahi Spek

Komisi II: Proyek Jalan Jensud Salahi Spek

257
BAGIKAN
Jalan Jendral Sudirman (jensud)
Jalan Jendral Sudirman (jensud)

KARANGASEM-Komisi II DPRD Solo menyebut, perbaikan jalan kawasan Jenderal Sudirman menyalahi spek. Indikasinya, beton untuk jalan sekitar bundaran Gladag dan depan Kantor Balaikota itu, tidak memenuhi syarat, sehingga sering rusak.

”Masak belum lama dibangun sudah rusak. Dalam perbaikannya pun tidak memenuhi spek. Bisa dilihat beton bawahnya tidak memenuhi syarat,” ujar Ketua Komisi II DPRD Solo, Djaswadi, Kamis (28/3).

Harusnya, beton di bawah minimal K300 atau K500. Tapi fakta di lapangan tidak. Betonnya terlihat lembek. Bahkan saat perbaikannya pun, hanya disiram semen saja. Sehingga, kata Djaswadi, kekuatannya tak tahan lama.

Menurutnya, perbaikan jalan itu belum lama rampung. Bahkan, masa pemeliharaannya masih berlangsung hingga enam bulan ke depan. Tapi, jalan itu rusak kembali. ”Saat saya amati kelihatan banget di semen. Bahkan pengerjaannya hanya disiram saja. Jadi cepat retak-retak,” ungkap Politisi Partai Golkar itu.

Saat dikonfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dinas itu mengklaim proyek tersebut bukan proyeknya. Melainkan proyek Pemerintah Pusat melalui satuan kerja (Satker) Dinas Tata Ruang Kota (DTRK).

Untuk itu, Komisi II berniat memanggil DTRK bersama dengan pelaksana proyeknya, untuk menjelaskan masalah perbaikan jalan yang cepat rusak tersebut. Karena, proyek itu didanai dengan uang rakyat. Sehingga kualitasnya akan terus diawasi. ”Mereka akan coba kami panggil. Karena kami juga perlu tahu, walaupun proyek itu dari Pusat,” sambung Djaswadi.

Djaswadi mengaku sudah curiga dengan proyek itu. Pasalnya, saat Dewan minta diperlihatkan gambar maupun daftar kontraknya, tidak diberikan dengan alasan tak jelas.”Harusnya kan diperhatikan kualitasnya, ya minimal K300 atau K500. Tidak seperti itu,” katanya.

Ari Welianto