JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Konflik Malaysia: 5 Polisi Malaysia Tewas

Konflik Malaysia: 5 Polisi Malaysia Tewas

351
BAGIKAN

Presiden Filipina Benigno Aquino menyerukan kelompok bersenjata asal Kesultanan Sulu untuk menyerah tanpa syarat secepatnya.

MALAYSIA-PHILIPPINES-VIOLENCEKUALA LUMPUR–Pihak Kepolisian Malaysia mengeluarkan pernyataan resmi terkait bentrokan terakhir antara Kepolisian Malaysia dengan kelompok Kesultanan Sulu. Lima orang polisi tewas dalam baku tembak tersebut.

Konflik berdarah tersebut menambah deretan korban jiwa sejak 12 orang pengikut Sultan Sulu dan dua orang polisi tewas di Desa Tanduo. Rangkaian terakhir kejadian itu berlangsung di Kota Semporna, 300 kilometer dari Desa Tanduo, Sabtu (2/3).

Sebelumnya dilaporkan, baku tembak di Desa Tanduo tersebut menewaskan satu orang polisi. Kemudian pihak Kepolisian Malaysia membantah tewasnya anggotanya terkait dengan bentrokan melawan kelompok pengacau dari Filipina tersebut. Akhirnya, Kepolisian Malaysia menyatakan lima anggotanya tewas akibat bentrokan itu.

Inspektur Jenderal Polisi Ismail Omar mengatakan dalam konferensi pers bahwa tim polisi dikirim ke satu desa di pantai timur Semporna setelah laporan-laporan mengatakan kelompok bersenjata itu terlihat di sana.

Tim disergap pada saat kedatangan, setidaknya lima polisi dan dua orang bersenjata tewas dalam baku tembak tersebut. “Saya telah memerintahkan polisi datang di daerah, dan situasi terkendali,” kata Ismail.

Ismail mengatakan kepada media bahwa polisi sedang memburu setidaknya 10 penyusup yang diyakini telah masuk di dua desa di wilayah Kunak, yang terletak di antara Semporna dan Lahad Datu di mana sekitar 180 Tentara Kesultanan Sulu, yang telah bersembunyi di satu Desa Tanduo selama tiga minggu .

Ismail menambahkan, polisi sedang menyelidiki apakah perkembangan terbaru itu terkait dengan orang-orang bersenjata Sulu.

Sementara itu, tiga orang ditangkap ketika mencoba menyelinap melalui blokade keamanan dekat Desa Tanduo Sabtu malam, dan Ismail menekankan bahwa situasi di ketiga wilayah berada di bawah kontrol. “Proses pengamanan berada di semua tempat dan semua berada di bawah kendali,” tegasnya.

Pantai timur daerah Sabah telah berada dalam situasi tegang setelah tembak-menembak pecah antara pasukan keamanan dan kelompok Sulu Jumat pagi di mana dua polisi komando dan 12 pria bersenjata tewas.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mendesak kelompok itu untuk menyerah atau akan menghadapi aksi keras. Pihak berwenang Malaysia telah terlibat dalam penyanderaan sejak tiga pekan lalu dengan sekelompok orang bersenjata yang beranggotakan sekitar 180 warga Filipina.

Mereka adalah pengikut Sultan Sulu Filipina Jamalul Kiram III yang berbasis di selatan negara itu, yang bergolak. Kiram bersikeras Sabah adalah rumahnya dan bahwa Kesultanan Sulu pernah menguasai bagian dari Kalimantan.

Kelompok pendukung Kesultanan Sulu itu tiba di Malaysia dengan menggunakan kapal dari Filipina. Sejak tiba di Sabah, pasukan militer dan polisi Malaysia mengepung para pria bersenjata asal Filipina itu. Sementara di Manila, Presiden Filipina Benigno Aquino menyerukan kelompok bersenjata tersebut untuk menyerah tanpa syarat secepatnya.

Detik | Antara