JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Kongres PSSI Hari Ini Terancam Ricuh

Kongres PSSI Hari Ini Terancam Ricuh

318
BAGIKAN
PERESMIAN MANAJEMEN TIMNAS. Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo (tengah) bersama Ketua Umum PSSI Djohar Arifin (kedua kanan), Anggota EXCO La Nyalla M Matalitti (kiri) dan Ketua Badan Tim Nasional Isran Noor menyampaikan keterangan dalam peresmian manajemen Timnas di Senayan, Jakarta, Kamis (14/3). FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari
PERESMIAN MANAJEMEN TIMNAS. Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo (tengah) bersama Ketua Umum PSSI Djohar Arifin (kedua kanan), Anggota EXCO La Nyalla M Matalitti (kiri) dan Ketua Badan Tim Nasional Isran Noor menyampaikan keterangan dalam peresmian manajemen Timnas di Senayan, Jakarta, Kamis (14/3). FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari

JAKARTA-Hari ini PSSI akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Namun dikhawatirkan kongres tidak akan berjalan lancar, menyusul sinyalemen terjadinya keributan.

Di antaranya adalah, sehari sebelum kongres digelar, ada pihak yang merasa sebagai pemilik suara sah (voter) tetapi tak dapat undangan. Mereka adalah 18 pengurus PSSI Pengprov dan tiga klub. Mereka tidak masuk sebagai peserta kongres, tetapi akan nekat untuk hadir.

Menjelang berlangsungnya KLB di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3), permasalahan mengenai voters itu masih belum terselesaikan. Sebanyak 100 undangan telah disebar, tapi masih ada 18 voters yang merasa diri sebagai pemilik suara resmi belum mendapat undangan.

Kisruh dalam sepakbola nasional dua tahun belakangan tak cuma memunculkan dua liga. Ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, juga membekukan 18 pengurus provinsi lalu mengangkat caretaker.

Perwakilan 18 caretaker itu, Cholid Goromah yang merupakan caretaker Pengprov Jawa Timur, mengungkapkan unek-uneknya dan menegaskan niat untuk tetap menghadiri KLB besok.

“Kami akan tetap datang ke KLB, karena kami kan yang sah. Kenapa mereka (voter Solo) yang tidak sah diundang. Kami yang jelas sah malah tidak diundang,” ucap Cholid kepada wartawan, Sabtu (16/3).

Cholid mencontohkan Persija. Saat KLB Solo yang datang Tony Tobias, tapi yang diundang sekarang Ferry Paulus. Adalagi Gresik United. Dulu yang diundang Ali Mukhid tapi sekarang Saiful Arif.

“Sesuai petunjuk FIFA yang diundang adalah institusi, tapi hingga saat ini kami belum mendapatkan undangan. Informasi yang kami peroleh langsung ditujukan ke person. Mereka tidak adil, karena justru banyak orang-orang yang tidak berkompeten diundang dalam KLB tersebut,” tambahnya.

Kemarin mereka mendatangi Hotel Borobudur untuk mendaftar sebagai peserta KLB tetapi ditolak. Sempat terjadi perdebatan sengit yang berlangsung beberapa saat antara perwakilan 18 Pengprov, dan tiga klub tersebut dengan salah satu anggota Exco PSSI, Robertho Rouw. Kedua pihak ngotot mempertahankan argumentasi masing-masing, namun akhirnya menemui titik temu.

Rouw sepakat menyelesaikan masalah ini dengan membawa hal tersebut kepada pimpinan PSSI. 18 Pengprov dan tiga klub itu mau bernegosiasi, karena Rouw menjanjikan masalah tersebut hari ini selesai.

Berikut daftar 18 Pengprov dan tiga klub tersebut: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara. Sementara tiga klub antara lain, Persija Jakarta, Persewangi, dan Persegres.

Sempat terjadi baku hantam saat terjadi perdebatan. Pihak yang diketahui bernama Samsul dan kelompoknya, yang mengaku perwakilan Pengprov Sulawesi Selatan meminta menjadi peserta kongres terjadi adu fisik dengan panitia.

Insiden baku hantam pun terjadi selama beberapa saat, kemudian kelompok Samsul langsung meninggalkan Hotel Borobudur sambil berteriak akan membawa rekan-rekannya yang lain, karena mereka merasa diperlakukan tidak adil.

Sementara itu, KLB dipastikan terjadi perubahan agenda. Hal itu dinyatakan oleh Sekjen PSSI, Hadiyandra.

Ada satu agenda kongres yang berubah dari MoU di Kuala Lumpur 2012 yakni, diubahnya poin pengembalian empat Exco PSSI menjadi penentuan tempat berlangsung kongres tahunan PSSI.

“Agenda kongres besok adalah penyatuan liga, revisi statuta, penentuan tempat dan tanggal kongres tahunan PSSI, dan pembubaran KPSI. Pengembalian Exco tidak diagendakan karena poin itu sudah dilaksanakan,” terang Hadiyandra kepada wartawan.

(Detik | Okezone)