Konsep Amda Lalin Saripetojo Buntu

Konsep Amda Lalin Saripetojo Buntu

482
Joglosemar/Abdullah Azzam BONGKAR BANGUNAN - Pekerja melakukan pembongkaran gedung bekas pabrik es Saripetojo, Purwosari, Solo, Selasa (24/7).
Joglosemar/Abdullah Azzam
BONGKAR BANGUNAN – Pekerja melakukan pembongkaran gedung bekas pabrik es Saripetojo, Purwosari, Solo, Selasa (24/7/2012).

BALAIKOTA– Kecocokan Analisis Mengenai Dampak Lalu Lintas(Amda Lalin) dengan konsep underpass Purwosari jadi syarat mutlak yang harus dipenuhi pengelola proyek Hotel Saripetojo.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkot Solo, Yosca Herman Soedrajat, menyebut, pembahasan konsep Amdal Lalin proyek hotel dan petokoan Saripetojo belum ada titik temu.

Syarat kecocokan Amda Lalin dengan underpass itu jadi harga mati. Karena, lokasi proyek proyek Saripetojo dengan underpass atau jalur bawah tanah di Purwosari, sangat dekat.

”Dalam sidang pertama pembahasan Amda Lalin, bagian penting seperti penyesuaian administrasi dan syarat belum lengkap. Presentasi belum dianggap selesai. Sehingga perlu sidang kedua,” ujar Yosca, Minggu (3/3).

Baca Juga :  Pemkot Mutasi Puluhan PNS Pekan Depan, Ini Penjelasan Walikota

Di sidang kedua Amda Lalin Saripetojo, Yosca akan menyoroti khusus parkir hotel, dan manajemen lalu lintas di sekitar bangunan. Alasannya, lokasi proyek Saripetojo merupakan kawasan padat kendaraan.”Jadi, rapat sidang kedua, nantinya lebih detail lagi dibandingkan rapat sidang pertama,” katanya.

Ia ingin mengetahui detail jumlah lantai, kamar, ruang lobi dan ruang pertemuan hotel itu sebelum dibangun. Karena, ingin mengantisipasi, jika muncul kasus kapasitas parkir tidak sesuai dengan kapastitas hunian hotel. ”Kalau berapa tinggi hotel tak masalah bagi Dishub. Yang jelas, lantai, kamar, dan ruang lobi harus dijabarkan. Itu masih kami revisi dalam sidang rapat pertama,” paparnya.

Baca Juga :  Puluhan Mobil Hias dan 750 Peserta Bakal Tampil Semarakkan Pawai Pembangunan di Solo

Selain itu, pembahasan akses utama masuk hotel, juga belum clear. Pengelola proyek akan mendatangkan konsultan Amda Lalinnya. Menurut Yosca, keinginan pengelola, akses masuk hotel dari pintu utama Saripetojo lama. ”Tapi, kita menolak, karena akses masuk hotel ke bawah. Bukan ke atas. Tapi mereka mengiginkan tetap di atas saat sidang pertama itu,”  imbuh dia.

Muhammad Ismail

BAGIKAN