JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia Konser Pamit : Sebuah Doa dan Perjuangan

Konser Pamit : Sebuah Doa dan Perjuangan

359
BAGIKAN

Kemungkinan untuk menjadi pemenang di jenjang nasional nanti akan selalu ada karena kemenangan yang pantas adalah milik mereka yang selalu berusaha dengan keras.

KONSER PAMIT- Aksi Paduan Suara Mahasiswa Sunshine Voice UMY memukau para penonton yang hadir pada Konser Pamit menuju National Folklore Festival (NFF) ke-7 di Gedung Ar Fachrudin lantai 5, UMY ini , Senin (4/3) malam. Tim UMY
KONSER PAMIT- Aksi Paduan Suara Mahasiswa Sunshine Voice UMY memukau para penonton yang hadir pada Konser Pamit menuju National Folklore Festival (NFF) ke-7 di Gedung Ar Fachrudin lantai 5, UMY ini , Senin (4/3) malam. Tim UMY

Anggota Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Sunshine Voice Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah sukses dalam menyelenggarakan Konser Pamit, pada Senin (4/3) lalu. Dalam Konser Pamit yang dilaksanakan mulai pukul 19.30 WIB ini, berlangsung sukses dan mampu menyedot banyak penonton dari kalangan mahasiswa dan tamu undangan. Acara yang dilaksanakan di Gedung Ar Fachrudin lantai 5, UMY ini, PSM Sunshine Voice menyanyikan beberapa lagu yang dikonduktori oleh Wisnu, sebagai pelatih mereka.

Acara berlangsung dua sesi dengan susunan acara pembukaan, lalu dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Panitia Konser Pamit, Ketua Paduan Suara, dan Rektor UMY, selanjutnya penampilan UKM Paduan Suara, dan terakhir penutup. Konser Pamit diselenggarakan free untuk seluruh mahasiswa UMY tanpa terkecuali.

Konser ini bertujuan untuk berpamitan sekaligus meminta doa dan dukungan kepada teman-teman mahasiswa serta keluarga besar UMY untuk mengikuti lomba National Folklore Festival (NFF) ke-7 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI), pada Rabu (13/3). “Tujuan acara ini adalah untuk meminta doa, kami akan mengikuti lomba paduan suara di UI,” papar Wisnu, pelatih PSM Sunshine Voice UMY ketika ditemui seusai acara, Senin (4/3/2013).

UI NFF berlangsung pada 13 Maret 2013 yang akan datang. Bagi SunShine Voice, perlombaan tingkat nasional tersebut merupakan ajang unjuk diri sebagai pembuktian kompetensi SunShine Voice sebagai anak-anak muda yang dapat mendunia. Langkah mutakhir ini pada awalnya menuai beberapa hambatan dari pihak universitas. Namun dengan semangat tinggi dan berlatih dengan penuh kegigihan, akhirnya SunShine Voice dapat mengantongi izin ikut serta berlomba yang bertepatan pada Milad ke-32 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (1/3) yang lalu. Tentu kesempatan yang tak akan disiakan.

Anggota PSM UMY akan menyanyikan 10 lagu dalam lomba NFF yang bertema Potensi Indonesia. “Dalam lomba nanti, kita akan menyanyikan 10 lagu dan lagu pertama berjudul Cinta Indonesia sebagai bentuk rasa syukur kita pada potensi dan kekayaan Indonesia yang begitu melimpah ruah ini. “Lagu yang kita akan nyanyikan nanti adalah lagu daerah, himne, dan pop,” tambah Wisnu menjelaskan.

Lagu-lagu yang dinyanyiklan dalam konser pamit dapat menghibur penonton dan mendapatkan banyak tepuk tangan yang mampu memeriahkan acara tersebut. “Ide dari acara ini sebenarnya sudah muncul sejak 2 bulan yang lalu, tapi secara rutin dan intensif latihan adalah 2 minggu. Ya, mereka memiliki kemauan dan semangat berlatih yang kuat,” puji Wisnu pada anggota Sunshine voice.

Penghargaan Pada Seni

Para anggota PSM SunShine Voice tampil sangat baik malam itu. Dengan wajah tersenyum penuh sukacita, mereka menampilkan performa yang luar biasa di atas panggung. Lagu demi lagu mereka nyanyikan dengan sukses dan indah. Dilengkapi dengan penghayatan mendalam atas lagu yang dinyanyikan, mereka sukses menerima tepuk tangan yang cukup meriah dari penonton setiap lagu selesai dinyanyikan.

UKM paduan suara yang berdiri di UMY ini menerima surat penawaran dalam perlombaan tersebut. “Hanya satu universitas yang dipanggil untuk lomba oleh UI dan itu adalah universitas kita sendiri,” tutur Uki, Ketua Panitia Acara Konser Pamit.

Menurut Uki, tim yang akan berlaga di Jakarta terdiri dari empat puluh orang. Tiga puluh orang sebagai tim inti dan sepuluh orang sebagai pembimbing dan cadangan. Lomba tersebut memiliki tujuan sebagai apresiasi terhadap seni dan untuk mendewasakan diri melalui menyanyi. “Prioritas kita adalah menjadi juara. Tetapi yang paling utama dalam mengikuti lomba ini adalah penghargaan kita terhadap seni dan bernyanyi,” sambungnya.

Dia berharap semoga teman-teman PSM semua selamat sampai tujuan dan bisa membawakan dengan semaksimal mungkin. “Untuk kalah dan menang nantinya tidak terlalu dipersoalkan, yang penting lakukan yang terbaik,” ungkap Uki.

Nyanyian Jiwa

Salah satu penikmat musik, Desi Trisiwiyanti, Dosen Bahasa Inggris UMY, kerap menemukan SunShine Voice berdendang ketika tengah berlatih. Wanita kelahiran Kulon Progo 24 tahun silam ini mengapresiasi Konser Pamit yang dipersembahkan oleh SunShine Voice dengan positif.

Mbak Siwi—demikian dia kerap disapa, mutu paduan suara SunShine Voice akan terus terdongkrak jika kerja sama antar anggota tetap terjaga, pun dukungan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan pihak kampus yang tak henti, juga dalam berlatih dan berlomba mereka terfasilitasi dengan total, dan yang tak kalah penting dari itu semua adalah soul yang mereka miliki tetap dipertahankan dan dikembangkan secara maksimal.

Dia juga mengungkapkan kemungkinan untuk menjadi pemenang di jenjang nasional nanti akan selalu ada karena kemenangan yang pantas adalah milik mereka yang selalu berusaha dengan keras. Musik adalah nyanyian jiwa, perpaduan suara dalam nyanyian jiwa akan tampak lebih mempesona ketika dilakukan dengan sukacita.

Proses yang dirintis dengan berbarengan selama ini merupakan jembatan tangguh yang menghubungkan cita-cita, mimpi dan kenyataan siap berkompetisi SunShine Voice. Rasa sukacita bercampur haru terlukis jelas pada wajah mereka usai Konser Pamit kemarin. “SunShine Voice, HUZA!” seru mereka lantang dan penuh semangat pada sesi foto bersama usai acara Konser Pamit kemarin.

Wanita kelahiran 11 Desember 1988 yang lebih suka menikmati tanpa ikut berkecimpung langsung dalam dunia musik ini sangat mendukung SunShine Voice dalam ambisinya mengikuti perlombaan tingkat nasional yang diadakan oleh Universitas Indonesia di ibukota. Tentu hal itu merupakan kebanggan tersendiri bagi mereka yang membawa nama baik UMY dalam kompetesi berskala nasional. “Keep up the good job!” tutur Mbak Siwi penuh rasa bangga.  Tim UMY