JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Konsorsium Siapkan 26 BST Koridor II-III

Konsorsium Siapkan 26 BST Koridor II-III

682
Batik Solo Trans
Batik Solo Trans

BALAIKOTA- Konsorium PT Bengawan Solo Trans berencana menginvestasikan 26 armada bus untuk dijadikan Batik Solo Trans (BST). Puluhan armada bus itu, disiapkan untuk Koridor II dan III.

Direktur PT Bengawan Solo Trans, Farida Wardhatul Jannah, mengaku, sudah menyusun rencana bisnis untuk pengelolaan Batik Solo Trans. Ia juga membenarkan investasi 26 armada bus itu. ”Rencana penambahan 26 armada ini segera dipaparkan ke Walikota Solo, supaya segera dapat direalisasikan tahun ini,” ujar Farida, Jumat (8/3).

Penambahan puluhan armada bus itu,  tak bisa ia wujudkan secara bersamaan. Tapi, membeli secara bertahap sesuai kebutuhan. ”13 armada dulu untuk tiap-tiap koridor, sehingga total keseluruhan ada 26 armada,” katanya.

”Kesuksesan pengoperasian BST di Koridor I, membuat PT Bengawan Solo Trans mengembangkan investasi di koridor yang belum ada BST-nya,” katanya Farida lagi.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Pemkot Solo , Yosca Herman Soedrajad, mengatakan, rute BST Koridor II dan III dia pastikan dibuka tahun ini. Pasalnya, realisasi dua koridor itu sudah mendesak.

Yosca berujar, tahun sebelumnya Pemkot baru memiliki satu koridor BST dengan trayek Kartasura-Palur melalui Jalan Slamet Riyadi. ”Koridor II yang disiapkan memiliki rute Kartasura-Palur melalui Stasiun Balapan. Koridor III memiliki rute Kartasura-Solo Baru,” papar Yosca.

Untuk sementara, kata Yosca, Koridor II akan dilayani 10 armada bus yang dibeli dengan dana  APBD 2013. Sedangkan Koridor III juga akan dilayani 10 armada bus. Tapi untuk Koridor III itu, armada busnya merupakan bantuan Kementerian Perhubungan.

Yosca meneruskan, BST yang saat ini beroperasi di Koridor I dikelola Perum Damri Surakarta (PDS). Sedangkan 20 armada bus yang akan beroperasi di Koridor II dan III diserahkan pengelolaannya ke PT Bengawan Solo Trans.

”Konsorsium itu sudah terbentuk dan sudah berbadan hokum. Setelah, armada BST yang baru akan dioperasikan,” ujar Yosca. Menurutnya, 20 armada tersebut tidak mampu melayani dua koridor sekaligus.

Karena, sesuai hasil kajian, jarak interval antarbus bisa mencapai 30 menit. Jarak tersebut dinilai sangat lama sehingga hanya fokus satu jarak saja. ”Jarak interval antarbus idealnya 10 menit. Ini akan kami terapkan di lapangan untuk melayani masyarakat,” ucapnya. Muhammad Ismail

BAGIKAN