JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Korsel Lempar Granat ke Korut

Korsel Lempar Granat ke Korut

357
BAGIKAN

Korea Utara secara terbuka menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Semenanjung Korea sekarang dalam kondisi perang nuklir yang kian mendidih.

MEMANAS--Pasukan Korea Selatan melakukan manuver di wilayah Pocheon, 46 kilometer dari Seoul dan sekitar 15 kilometer dari zona demiliterisasi yang memisahkan dua negara Korea itu, Rabu (27/3). Ketegangan hubungan antara dua negara Korea itu semakin meningkat dengan tajam, terutama setelah Korut melakukan uji coba terhadap bom nuklirnya pada Februari lalu. Ketegangan itu kembali meningkat karena Korsel dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan militer bersama. Reuters | Lim Byong-sik | Yonhap
MEMANAS–Pasukan Korea Selatan melakukan manuver di wilayah Pocheon, 46 kilometer dari Seoul dan sekitar 15 kilometer dari zona demiliterisasi yang memisahkan dua negara Korea itu, Rabu (27/3). Ketegangan hubungan antara dua negara Korea itu semakin meningkat dengan tajam, terutama setelah Korut melakukan uji coba terhadap bom nuklirnya pada Februari lalu. Ketegangan itu kembali meningkat karena Korsel dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan militer bersama.
Reuters | Lim Byong-sik | Yonhap

SEOUL–Pasukan Korea Selatan (Korsel) dikabarkan melempar granat pada, Rabu (27/3) dini hari, ke sebuah objek yang bergerak di wilayah perbatasan Korsel dan Korea Utara (Korut). Hal ini menandakan, Korsel sudah semakin mawas diri akan kemungkinan munculnya serangan dari Korut.

Pada Rabu pagi, Kementerian Pertahanan Korsel melaporkan, para pasukan Negeri Ginseng itu mulai mendatangi lokasi yang mereka serang dengan granat. Namun mereka tidak menemukan adanya bukti-bukti penyusupan dari militer Korut atau bukti mencurigakan lainnya.

Korsel mengatakan, pasukan Korsel di wilayah Hwacheon sudah diperingatkan agar mengambil tindakan untuk mewaspadai adanya penyusupan. Oleh karena itulah mereka berani mengambil tindakan seperti yang mereka lakukan pada Rabu kemarini. Demikian, seperti diberitakan AFP.

Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan di Semenanjung Korea, di mana Korut menegaskan keinginannya untuk menggelar perang nuklir, setelah sebelumnya menyatakan kesiapannya menggempur Korea Selatan dan Amerika Serikat.

“Setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Luar Negeri, negara Demokratik Korea secara terbuka menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Semenanjung Korea sekarang dalam kondisi perang nuklir yang kian mendidih,” demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Korut, seperti dilansir Tempo.co. “Ini disebabkan oleh provokasi Amerika Serikat dan Korea Selatan.”

Amerika Serikat sendiri menanggapi serius ancaman Korut ini. “Kami sangat prihatin terhadap setiap ancaman yang dilontarkan oleh Korut. Kami menganggap setiap perkataan dan tindakan mereka, sangat serius. Mereka harus berhenti mengancam perdamaian, yang sama sekali tidak akan menolong siapa pun,” ujar juru bicara Pentagon, George Little.

Menurut Little, sikap Korut yang sering melontarkan ancaman ini merupakan pola yang sengaja dijalankan Korut untuk meningkatkan ketegangan dan mengintimidasi pihak lain.

“Korut tidak akan mendapat apa pun dengan setiap ancaman atau provokasi semacam ini, yang ada justru Korut semakin terisolasi dan merusak upaya internasional untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia,” tegas Little. “Kami siap merespons setiap hal darurat yang terjadi,” imbuhnya.

Wujud keseriusan AS dalam menghadapi ancaman AS ini ditunjukkan melalui peningkatan sistem pertahanan yang dilakukan militer AS. Dua pekan lalu, AS menyatakan, pihaknya menambah sekitar 30 rudal interceptor di sepanjang wilayah pantai California dan Alaska.

Hal itu sebagai upaya antisipasi atas kemungkinan serangan rudal Korut ke wilayah AS. Dijadwalkan seluruh interceptor tersebut akan selesai dipasang pada 2017 mendatang.

“Keputusan untuk menambah interceptor di daratan di wilayah Alaska merupakan langkah besar menanggapi ancaman Korut dan pengembang program nuklir mereka. Sudah sangat jelas,” terang Little.

“Biar saya perjelas, bahwa kami siap memenuhi kewajiban kami dalam melindungi AS, Korsel dan sekutu kami,” tandasnya.

Detik | Tri Hatmodjo