JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Korupsi Kasda: Direksi BPR Joko Tingkir Diteror “Kejati”

Korupsi Kasda: Direksi BPR Joko Tingkir Diteror “Kejati”

580
BAGIKAN

Pascapenetapan Dua Tersangka Korupsi Kasda

Peneror mengirimkan SMS menggunakan nomor 082377777183, yang intinya menyuruh Direktur BPR Joko Tingkir, Surono Hadi segera menghubungi Kajati Jateng, Arnold BM Angkouw.

BPR Joko Tingkir Sragen
BPR Joko Tingkir Sragen

SRAGEN—Jajaran Direksi BPR Joko Tingkir dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sragen dihantui keresahan menyusul teror membabi buta dari sejumlah oknum yang mengatasnamakan staf dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. Teror bertubi-tubi itu muncul tepat sejak penahanan mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Adi Dwijantoro dan penetapan mantan Direktur Utama BPR Joko Tingkir, Widodo sebagai tersangka korupsi Kasda oleh Kejati akhir pekan lalu.

Aksi teror oleh orang tak dikenal itu salah satunya dialami oleh Direktur BPR Joko Tingkir, Surono Hadi. Bersamaan dengan penahanan Adi Dwijantoro, ia mengaku langsung mendapat teror telepon berkali-kali dari nomor dan orang tidak dikenal yang mengaku sebagai staf Kejati Jateng. Karena tidak dijawab, si penelepon yang menggunakan nomor 082377777183 itu kemudian mengirim pesan singkat yang intinya menyuruhnya segera menghubungi Kepala Kejati (Kajati) Jateng, Arnold BM Angkouw.

“Karena saya tidak kenal nomor itu saya tidak jawab. Tak lama kemudian, dia kirim SMS ke HP saya sebanyak tiga kali. Ngaku-nya Edy dari staf Kejati dan isi pesannya, saudara diminta kontak Kajati Jateng segera,” ujar Surono, Minggu (24/3).

Selain ke HP pribadinya, ancaman teror dari oknum yang mengatasnamakan staf Kejati itu juga dialami oleh sejumlah karyawan yang ada di kantornya. Menurut Surono, si penelepon sempat beberapa kali menelepon ke nomor kantor dan berpesan kepada karyawan untuk meminta agar menghubungi Kajati. Namun, karena curiga adanya niat jahat, hingga kini pihaknya memilih tidak menanggapi perintah maupun isi pesan singkat tersebut. “Dia memang tidak menyebut uang atau minta uang, tapi hanya mengancam dan menyuruh saya segera mengontak Kajati,” tegas Surono.

Kemunculan teror membabi buta itu memang sempat membuat panik dan resah karyawan. Padahal, penetapan eks Dirut BPR Joko Tingkir, Widodo sama sekali tidak terkait atau berpengaruh pada aktivitas yang ada di BPR milik Pemkab tersebut. Surono juga mengatakan ketika dirinya masuk ke BPR tahun 2008, Widodo sudah menjabat sebagai Dirut sejak tahun 1993 hingga 2008.

Pada saat bersamaan, teror serupa juga dialami kantor Sandi dan Telekomunikasi (Santel) Setda dan kantor DPPKAD. Kasubbag kantor Santel, Yussri Agung mengatakan sehari pascapenahanan Adi Dwijantoro, kantornya juga ditelepon seorang pria tak dikenal yang membentak dan mengancam lapor ke Kejati jika tidak disambungkan ke kantor DPPKAD. Berdasarkan ingatannya, telepon serupa juga muncul saat tersangka korupsi Kasda sekaligus mantan Kepala DPPKAD, Srie Wahyuni ditahan di Kejati.

Salah satu staf DPPKAD, Anik juga membenarkan menerima telepon bernada mengancam dari seseorang yang mengaku staff Kejati bernama Edi. Si penelepon meminta Anik menyampaikan pesan kepada keluarga Adi Dwijantoro untuk menghubungi nomor telepon 082377777183.

Wardoyo