JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Korupsi Kasda Sragen: Eks Dirut BPR Joko Tingkir Segera Ditahan

Korupsi Kasda Sragen: Eks Dirut BPR Joko Tingkir Segera Ditahan

331

Dalam waktu dekat tim penyidik dari Kejati Jateng akan melayangkan surat panggilan kepada eks Dirut BPR Joko Tingkir untuk diperiksa.

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng memastikan segera menahan mantan Direktur Utama (Dirut) BPR Joko Tingkir Sragen, Widodo, yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Kasda Sragen tahun 2003-2010 senilai Rp 11,2 miliar.

Kasie Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni mengatakan setelah ditetapkan sebagai tersangka baru, eks Dirut BPR Joko Tingkir, Widodo akan dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Bersamaan dengan itu, nantinya yang bersangkutan akan ditahan seperti para tersangka sebelumnya.

“Setelah ditetapkan tersangka, nanti segera dipanggil dan dilakukan pemeriksaan. Kalau soal ditahan, kebanyakan yang sudah-sudah ditangani di sini, ketika sudah ditetapkan tersangka pasti akan ditahan, agar mempermudah dan mempercepat proses pemeriksaan,” paparnya via telepon, Jumat (22/3).

Namun, ia enggan menyebut kapan yang bersangkutan bakal dipanggil atau dilakukan penahanan. Ia hanya mengatakan, dalam waktu dekat tim penyidik akan melayangkan surat panggilan kepada yang bersangkutan.

Dalam keterangannya, Eko juga meminta maaf secara langsung karena sempat salah ketika merilis mantan Dirut BPR Joko Tingkir dengan inisial S. Padahal, saat dihubungi melalui telepon, beberapa jaksa yang menangani perkara itu menyampaikan eks Dirut yang menjadi tersangka itu bernama Widodo. “Ya, kami minta maaf yang benar memang inisialnya W. Dia mantan Direktur Utama BPR Joko Tingkir. Kemarin informasi yang saya terima ternyata salah. Bukan S tapi yang benar W,” tegasnya.

Kesalahan penyebutan tersangka itu sempat membuat resah kalangan pejabat, utamanya jajaran direksi BPR Joko Tingkir Sragen. Direktur BPR Joko Tingkir, Surono Hadi mengatakan dari sejumlah nama mantan Dirut yang pernah mengelola BPR Joko Tingkir, setahunya tidak ada yang memiliki inisial S.

Di sisi lain, berdasarkan riwayat pekerjaan, Widodo tercatat memegang jabatan Dirut di BPR Joko Tingkir sejak 1998-2008. Sementara, kasus skandal penempatan deposito Kasda dan pembobolan sistematis lewat kredit beragunan deposito Kasda itu dimulai sejak tahun 2003 hingga 2010.

Terpisah, Koordinator LBH Mega Bintang Sragen, Rus Utaryono yang melaporkan kasus ini pertama kali, berharap agar Kejati menuntaskan pengusutan dan memproses semua pihak yang terlibat. Ia juga mengatakan dalam laporannya pada tahun 2010, ada enam nama yang dilaporkan dan lima di antaranya sudah terproses dengan tiga inkrah, serta dua baru saja ditetapkan tersangka.

Wardoyo

 

 

BAGIKAN