JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Korupsi Rp 100 Juta, Mahasiswa Jadi Tersangka

Korupsi Rp 100 Juta, Mahasiswa Jadi Tersangka

295
BAGIKAN

Tersangka membuat proposal kegiatan fiktif dan melengkapinya dengan tanda tangan palsu ketua panitia dalam naskah perjanjian hibah daerah dan pakta integritas.

ilustrasi
ilustrasi

SEMARANG—Seorang mahasiswa semester enam Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Mario Zuhri (21) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Pemprov Jateng. Ia diduga telah menggelapkan uang Bansos sebesar Rp 100 juta.

Korupsi yang dilakukan Mario masuk pada dana hibah Bansos kepada badan, lembaga, organisasi, dan swasta di seluruh Jateng sebesar Rp 133 miliar bersumber dari APBD Provinsi Jateng tahun 2012.

Di antara ratusan proposal terdapat 161 proposal yang diajukan masyarakat atau kelompok senilai Rp 1,2 miliar. Dari 161 proposal tersebut, 55 proposal telah menerima anggaran. Dalam pengungkapan petugas Reskrim Polrestabes Semarang, diketahui 10 proposal di antaranya adalah buatan Mario yang ternyata hanya fiktif. “Ada 10 proposal yang diajukan tersangka dengan nilai total Rp 100 juta,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan di Mapolrestabes Semarang, Kamis (21/3).

Kasat Reskrim AKBP Harryo Sugihartono menambahkan, tersangka membuat proposal kegiatan fiktif dan melengkapinya dengan tanda tangan palsu ketua panitia dalam naskah perjanjian hibah daerah dan pakta integritas. Ia juga menyusun kepanitiaan fiktif hingga memalsukan stempel. “Tersangka juga menyuruh orang lain membuka rekening bank dan membuat laporan pertanggungjawaban keuangan fiktif,” kata Harryo.

Sementara itu, Mario mengaku uang hasil pencairan dana hibah tersebut digunakannya untuk berfoya-foya. Ia pun ditangkap setelah pulang dari berwisata di Solo. “Uangnya untuk foya-foya, jalan-jalan ke Solo. Saat pulang dari Solo saya ditangkap,” aku Mario.

Akibat perbuatannya, Mario dijerat pasal 2 Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto pasal 64 KUHP. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti berupa 10 proposal dan 10 laporan pertanggungjawaban fiktif, tiga rangkap Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), Surat Perintah Membayar (SPM), beberapa lembar kuitansi pencairan uang, serta tiga stempel palsu. Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut karena dimungkinkan masih ada tersangka lain. Antara