JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen KPRI Handayani Bangkrut, Anggota Dipaksa Ikhlaskan 50 Persen Simpanan

KPRI Handayani Bangkrut, Anggota Dipaksa Ikhlaskan 50 Persen Simpanan

320
BAGIKAN

logo-koperasiSRAGEN—Menyusul warning dari Bupati, manajemen Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Handayani Pemkab Sragen akhirnya merealisasi pembayaran simpanan milik anggota. Namun, pencairan sedikit menyisakan keprihatinan karena pengurus hanya sanggup membayar separuh dari simpanan mereka dan separuh sisanya diminta diikhlaskan.

Pencairan dilakukan di ruang sekretariat KPRI Handayani di kompleks Setda Sragen, Rabu (27/3). Sejak pagi puluhan anggota dari kalangan PNS berbagai instansi terlihat hilir mudik dan antre mengambil dana di loket yang disediakan. Berdasarkan keterangan sejumlah anggota, pencairan dana simpanan itu memang diumumkan namun hanya bagi mereka yang mau menerima 50 persen saja. Meski berat, mereka mengaku bersedia menerima simpanan karena  sudah menunggu bertahun-tahun.

“Mau bagaimana lagi. Karena diminta mengikhlaskan separuh, ya terpaksa diikhlaskan. Daripada tidak keluar sama sekali,” ujar salah satu PNS asal Kecamatan Karangmalang yang enggan disebut namanya usai mengambil jatahnya secara rombongan.

Informasi yang berkembang, selain pencairan dana simpanan, manajemen juga dikabarkan akan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) hari ini, Kamis (28/3). Sebelumnya, Bupati Agus Fatchur Rahman memang menginstruksikan agar manajemen mau tidak mau harus menggelar RAT minggu ini. Hal itu dikarenakan kesempatan satu tahun yang diberikan kepada pengurus untuk menyelesaikan persoalan kerugian Rp 3 miliar serta tanggung jawab RAT sejak 2011 sudah kelewat batas.

Salah satu staf administrasi KPRI Handayani, Yanto (42), mengatakan kemarin adalah pencairan simpanan anggota tahap kedua. Yang dibayarkan adalah simpanan pokok dan wajib milik anggota. Ia juga tidak menampik jika yang dicairkan hanya separuh dari nominal simpanan yang dimiliki anggota. “Yang dibayarkan memang 50 persen dan separuhnya lagi katanya diminta diikhlaskan. Kelihatannya kesepakatan dan kemampuan dari pengurus memang hanya 50 persen, yang mau mencairkan disuruh mengambil ke sini. Kalau kami hanya membayarkan saja,” ujarnya.

Untuk pencairan tahap kedua ini, ia mengaku diberi dana dari pengurus sebesar Rp 100 juta. Nominal dana simpanan masing-masing anggota memang bervariasi antara ratusan ribu hingga Rp 1 juta lebih.

Pada pencairan tahap pertama pekan lalu, pihaknya sudah membayarkan dana sekitar Rp 140 juta untuk 168 orang anggota. Untuk tahap kedua ini jumlahnya belum bisa diketahui dan menyesuaikan dengan dana yang diberi oleh pengurus.

Wardoyo