JOGLOSEMAR.CO Foto KPSI Bubar, LPI Bakal Dihapus

KPSI Bubar, LPI Bakal Dihapus

352
BAGIKAN
KONGRES PSSI 2013
KONGRES PSSI 2013. (ant)

JAKARTA – Walau sempat diawali dengan kericuhan, Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3) terus berjalan. Dengan berakhirnya KLB itu, maka sesuai perjanjian, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) akhirnya dibubarkan.

Selain membubarkan KPSI, beberapa keputusan lainnya juga diambil. Keputusan itu yakni penyatuan liga, revisi statuta, hingga pengangkatan kembali empat anggota Komite Executive (Exco) yang dipecat. Bahkan selain agenda tersebut, KLB juga menghasilkan keputusan lainnya seperti mengangkat La Nyalla Mattalitti sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, menggelar Kongres Biasa pada bulan Juni dan menggemukan anggota Exco yang tadinya hanya berjumlah 11 orang menjadi 15 orang.

Untuk penyatuan liga sendiri ada beberapa tahapan. Untuk tahun 2013 ini, baik Liga Prima Indonesia (LPI) maupun Liga Super Indonesia (LSI) nantinya akan berjalan masing-masing dahulu, sebelum akhirnya bergabung pada tahun 2014. Sistem penggabungan sendiri mengambil paparan dari CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono dan paparan dari CEO PT Liga Prima Sportindo Indonesia, Widjayanto tidak dipakai.

Djoko Driyono memaparakan bahwa pada tahun 2014, penggabungan liga akan berisi 22 klub yang terdiri dari 18 klub LSI dan empat klub LPI. Empat klub LPI yakni Semen Padang, PSM Makasar, Persiba Bantul dan Persema Malang. Nama dari liga di tahun 2014 yakni LSI dan dibawah naungan PT LI. Hal itu membuat LPI akan menjalankan musim terakhirnya pada tahun ini.

Dari 22 klub tersebut, nantinya pada tahun 2014 dan 2015 akan menerapkan sistem empat tim degradasi dan dua tim yang promosi, sehingga tahun 2016 akan berisi 18 tim. Usai menjadi 18 tim maka sejak tahun 2016 hingga seterusnya akan menerapkan sistem tiga promosi dan tiga degradasi. Selain LSI, Divisi Utama juga merupakan liga professional, sedangkan liga dibawahnya merupakan liga amatir.

Sementara pemaparan Widjayanto yang tidak digubris peserta KLB yakni pada tahun 2014 kompetisi akan dibagi menjadi dua yakni League 1 dan League 2. League 1 merupakan kompetisi tertinggi dan akan berisi klub-klub yang diverifikasi dengan ketat. “Jika hanya ada 10 klub yang lolos, maka liga akan berlangsung dengan 10 klub itu,” ujarnya dalam pemaparan.

Proses KLB sendiri sempat diawali dengan kericuhan, dimana sebanyak 18 pengurus provinsi (Pengprov) PSSI dari berbagai daerah yang ingin mencoba masuk karena mengganggap mereka juga memiliki hak suara. Akan tetapi, voters yang berada di dalam ruangan tidak mengizinkan mereka masuk. Namun kisruh tersebut tidak berlangsung dengan lama hanya setengah jam saja.

Di dalam ruangan KLB, situasi juga sempat memanas. Pasalnya enam anggota Exco memilih untuk melakukan walk out. Keenamnya yakni Farid Rahmas, Sihar Sitorus, Tuty Dau, Mawardi Nurdin, dan Widodo Santoso. Mereka keluar dari ruangan karena jalannya kongres tidak sesuai ketentuan yang telah disepakati sebelumnya. Walau keenamnya keluar, KLB tetap dilangsungkan hingga berakhir. Di akhir kongres, keenam anggota Exco itu pun dinyatakan dikenai skorsing.

Menanggapi berakhirnya KLB dengan lancar, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengaku senang. Pasalnya dengan berakhirnya KLB tersebut maka Indonesia terhindar dari sanksi FIFA.

“Saya sudah bertemu dengan perwakilan dari FIFA dan AFC. Mereka sepakat sembari pamit, menyampaikan bahwa pelaksanaan kongres ini berlangsung dengan sukses dan baik. Dan Indonesia terbebas dari sanksi. Ini yang paling penting,” jelas Roy Suryo.

Namun Roy mengaku bahwa usai kongres, dirinya mendapat SMS dari beberapa nomor asing. Pasalnya, KLB di Jakarta itu mengembalikan para mafia sepakbola di tubuh PSSI. “Saya menerima ratusan SMS dari nomor-nomor yang tidak jelas. Baru saja. Dan semuanya menyalahkan saya, karena menyatakan bahwa saya mengembalikan mafia ke sepakbola,” aku Roy sebelum penutupan KLB.

Namun Roy berharap bahwa PSSI dan jajarannya dapat menjaga sepakbola Indonesia tetap bersih, khususnya dari pengaruh mafia. “Saya pesan saja, kepada para voter dan juga Pak Djohar, buktikan bahwa SMS-SMS yang masuk ke saya itu tidak benar. Kita menjaga agar PSSI tetap bersih,” ucap pria berkumis ini. Suharno | Detik