KPU Sosialisasi Pilkada, Panwaskan Bentuk Gakkumdu

KPU Sosialisasi Pilkada, Panwaskan Bentuk Gakkumdu

520
MASKOT PILKADA—Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Karanganyar, Kustawa Esye menunjukkan maskot Pilkada Karanganyar bernama Jalak Lawu, Kamis (21/3).
MASKOT PILKADA—Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Karanganyar, Kustawa Esye menunjukkan maskot Pilkada Karanganyar bernama Jalak Lawu, Kamis (21/3).

KARANGANYAR—KPU Karanganyar mulai melakukan sosialisasi terkait penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karanganyar di kantor KPU setempat, Kamis (21/3). Sosialisasi rencananya juga akan digelar malam ini dengan menampilkan sejumlah atraksi budaya di Gedung Wanita Karanganyar.

Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Karanganyar, Kustawa Esye mengatakan sosialisasi bertujuan untuk memberitahukan kepada warga terkait Pilkada yang akan digelar tahun ini. Harapannya, warga dapat turut berperan aktif menyukseskan Pilkada nantinya. “Pilkada Karanganyar rencananya akan diselenggarakan tanggal 22 September mendatang,” kata Kustawa.

Menurut Kustawa, selanjutnya peran aktif masyarakat tersebut juga terjadi pada Pilgub Jateng yang digelar 26 Mei dan pemilu 2014. “Jadi pada sosialisasi besok malam (malam ini) juga akan menyinggung tentang Pilgub Jateng. Bagaimanakah cara memilih yang benar itu?” terangnya.

Untuk gelaran Pilgub, KPU telah menyiapkan sedikitnya 1.604 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 17 kecamatan. Jumlahnya pun disesuaikan dengan jumlah pemilih dan kondisi di setiap kecamatan. “Tidak ada TPS khusus untuk buruh dan juga di rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk penindakan pelanggaran pidana pemilu, Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Karanganyar menandatangani kesepakatan pembuatan penegakan hukum terpadu (Gakkumdu). Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan oleh Panwaskab, Polres Karanganyar yang diwakili Kasat Reskrim AKP Fadli, dan Plh Kejari Karanganyar, Hasbi.

“Jadi mulai hari ini, sudah bisa dijalankan Gakkumdu ini. Semua dugaan pelanggaran pidana penyelenggaraan Pilgub, Pilkada, dan pemilu bisa diadukan untuk ditindaklanjuti,” ungkap Ketua Panwaslu Karanganyar, Dwi Joko Mulyono.

Menurut Joko, dalam penyelenggaraan Pilgub, Pilkada, dan pemilu harus mewaspadai berbagai pelanggaran pidana yang mungkin terjadi. “Jadi nanti setiap ada laporan atau temuan, maka ada waktu tiga hari ditambah dua hari untuk ditindaklanjuti,” terangnya. Muhammad Ikhsan

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR