JOGLOSEMAR.CO Foto Kumpul Kebo Tak Asing, Sewa Lebih Murah dari Hotel

Kumpul Kebo Tak Asing, Sewa Lebih Murah dari Hotel

1505

Sebut saja namanya Tri. Sudah lebih dari 20 tahun, ia bekerja sebagai penjaga indekos pria. Usia Tri sudah 45 tahun. Sebagai penjaga indekos, Tri ibarat detektif. Ia dan para penghuni indekos, kerap “kucing-kucingan” untuk satu masalah. Yakni, menyembunyikan pacar para penghuni indekos ke kamar.

Sesekali, Tri pernah menegur penghuni indekos yang membawa pacar atau teman perempuan, sampai di atas pukul 21.00 WIB. Tapi, sehebat-hebatnya Tri menjaga indekos, tetap saja sesekali kecolongan. Yakni penghuninya leluasa memasukkan teman perempuannya ke kamar.

Ia pun mengakui, ulah penghuni indekos yang kumpul sekamar dengan teman lawan jenis atau kerap disebut kumpul kebo, bukan hal yang asing lagi. Puluhan tahun jadi penjaga indekos, Tri bahkan hafal karakter perilaku para penghuni indekos sesuai daerah asalnya.

”Kalau dia asli Solo tetapi memilih kos, kemungkinan ya hanya dijadikan seperti itu (kumpul kebo),” ucapnya, kepada Joglosemar, Selasa (26/3). Tetapi, kalau penghuni dari luar Solo atau bahkan dari luar Jawa, kemungkinan mereka benar-benar mencari tempat indekos.

Menurutnya, para penghuni indekos juga lihai memanfaatkan kelengahan penjaga, untuk berbuat asusila. ”Kalau siang kadang ada yang memasukkan pacarnya, kemudian menutup pintunya,” kata Tri. Menurutnya, ulah seperti itu, sudah biasa dan dianggap wajar terjadi di berbagai indekos, khususnya indekos pria.

Kendati demikian, ia pun tak segan-segan bertindak tegas jika mengetahui ada penghuni indekos yang masih membawa pacarnya lebih dari pukul 21.00 WIB.  ”Kalau sudah pukul 21.00 WIB, saya selalu keliling untuk memastikan tidak ada perempuan yang di dalam kamar. Kalau ketahuan saya suruh memulangkan,” paparnya.

Tri menduga, banyaknya penghuni yang memanfaatkan kesempatan untuk kumpul kebo di kamar indekos, karena tarif sewanya lebih murah dibandingkan menyewa hotel. Menurutnya, rata-rata tarif sewa indekos Rp 350.000/bulan.

Selain keamanan terjamin, lanjut Tri, dari pengalamannya menjaga indekos 20 tahun, belum pernah ada razia, baik dari kepolisian maupun Satpol PP.

Sementara itu, dari penelusuran Joglosemar beberapa waktu lalu, di kawasan Jebres memang ada sejumlah indekos campur. Penghuninya, pria dan wanita.  Penjaga indekos campur yang menolak ditulis namanya itu, mengatakan, tidak ada masalah dengan lingkungan sekitar terkait usaha indekosnya.

”Ini (indekos campur) tidak apa-apa, karena selama ini penghuninya juga tertib,” terangnya. Perempuan yang berusia sekitar 50-an tahun itu pun memastikan, bahwa penghuni kos campur yang diawasinya masih dalam tahap yang wajar. Ia memastikan indekos yang dia jaga tidak dijadikan ajang berbuat mesum.

”Memang ada juga yang sampai dilempari batu oleh warga, karena penghuni indekosnya juga sering berbuat gaduh. Tetapi kalau indekos yang saya jaga, tidak pernah,” katanya. Ari Purnomo

BAGIKAN