Kuras Sumur, Satu Tewas, Tiga Lolos

Kuras Sumur, Satu Tewas, Tiga Lolos

198
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Insiden pengurasan sumur kembali merenggut korban jiwa. Kali ini, seorang warga asal Kedung Waru RT 18, Desa Geneng, Kecamatan Miri, Sragen, Suparmin (47) harus meregang nyawa saat bekerja menguras sumur tua milik tetangganya, Mbah Darmo Sumito (70), Kamis (21/3) sekitar pukul 13.15 WIB.

Beruntung, tiga warga lain yang ikut membantu pengurasan lolos dari maut karena belum sempat masuk ke dalam sumur. Diduga kuat, korban meninggal karena kehabisan oksigen di dalam sumur yang baru saja dikuras dengan mesin diesel tersebut.

Suparmin ditemukan dalam kondisi lemas di dalam sumur tua berkedalaman 11 meter berdiameter 1,5 meter tersebut. Saat ditemukan, tubuh korban sudah mengambang di atas air sumur yang berketinggian 4,5 meter dari dasar sumur.

Informasi yang dihimpun di lapangan, insiden tersebut bermula ketika korban diminta untuk menguras sumur milik Mbah Darmo yang airnya keruh. Untuk mempercepat pengurasan, korban dibantu tiga warga yang masih kerabat Mbah Darmo, yakni Saiman (50), Senen (50), dan Paino (45). Pengurasan menggunakan dua mesin diesel berbahan bakar solar yang satu diletakkan di luar dan satunya di dalam sumur.

Ketika debit air hampir habis terkuras, mendadak semburan air dari dalam macet. Korban pun bergegas turun untuk mengecek dan membersihkan saringan mesin diesel di bawah yang tersumbat oleh tanah dan kotoran. Korban yang dibayar harian sebesar Rp 50.000 oleh Mbah Darmo, kemudian nekat turun sendirian menggunakan tangga.

“Saat membersihkan kotoran di bawah itu, tiga orang yang di atas sempat tanya banyune jik sepiro (airnya masih seberapa?). Dijawab oleh korban, jik sak udel (masih sepusar). Paling tinggal 10 ember lagi. Tiba-tiba ditanya lagi, korban sudah tidak menjawab. Malah kedengaran suara au au dari bawah, setelah itu sudah tidak ada suara lagi,” ujar Maryono, Kades Geneng, Miri, Kamis (21/3).

Melihat korban mengambang di sumur, ketiga warga yang di atas panik. Namun mereka yang takut ikut menjadi korban akhirnya memutuskan untuk tidak turun ke bawah melainkan melapor ke aparat setempat. Jasad baru bisa diangkat sekitar pukul 16.30 WIB atau hampir tiga jam dari kejadian. Seusai dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum.

Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi mengaku masih melakukan penggalian informasi melalui olah TKP dan keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui insiden tersebut. Pihaknya juga masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian korban.

Wardoyo

 

BAGIKAN