Kurikulum 2013 Jangan Bikin Guru Ngeluh

Kurikulum 2013 Jangan Bikin Guru Ngeluh

321
LATIHAN UJIAN-Siswa-siswi SMA N 4 Surakarta saat mengerjakan soal pada Latihan Ujian yang diselenggarakan sekolah tersebut, Senin (18/2). Sejumlah sekolah di wilayah Surakarta menyelenggarakan latihan ujian untuk mempersiapkan siswa-siswinya jelang menghadapi Ujian Nasional. Joglosemar/Yuhan Perdana
Ilustrasi

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mulai menyosialisasikan Kurikulum 2013 kepada guru-guru di DKI Jakarta. Sosialisasi tersebut bertema Dialog Interaktif Pemantapan Kurikulum 2013. “Pemberlakuan atau pelaksanaan Kurikulum 2013 tidak boleh mengakibatkan guru mengeluh. Yang penting mereka tidak boleh di-PHK, urusan nanti ada beberapa guru-guru yang bermasalah akan konsultasi dengan kepala dinas,” imbuh Mendikbud Mohammad Nuh, ketika menyampaikannya kepada guru-guru se-DKI Jakarta, di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (28/3).

Oleh karena itu, pihaknya saat ini mulai memberikan sosialisasi dengan memberikan pengumuman, namun belum ada pelatihan. “Mulai Juli akan ada kurikulum baru tapi tidak semua sekolah, tidak semua kelas. Melainkan hanya kelas I dan kelas IV SD,” tambahnya.

Dia menambahkan, pelatihan secara bertahap ini nantinya hanya untuk guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Bagi guru yang sudah siap melakukan perubahan, maka pelatihannya akan dilakukan berjenjang.

Di sisi lain, Nuh menjelaskan wajibnya ekstrakurikuler Pramuka dalam Kurikulum 2013 bagi siswa-siswi berjenjang SMP dan SMA. “Kenapa Pramuka sangat penting, karena yang kita bangun bukan semata-mata pengetahuan saja tetapi keterampilan dan sikap juga. Pembina Pramuka juga dihitung berapa jam untuk memenuhi operasionalnya, jumlah jamnya bisa dihitung lagi mana yang lebih dan yang kurang,” katanya.

Untuk pelatihan guru, menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud Ibnu Hamad, seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet (Setkab), akan dimulai pada Juni 2013, bersamaan dengan jadwal libur sekolah. Nantinya, Kurikulum 2013 akan diterapkan secara bertahap, pada kelas I dan IV  SD, kelas VII SMP dan Kelas X SMA.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menargetkan pada 28 April 2013 sudah siap cetak. Bahkan, pada 10 Juli 2013, sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah. “Pada hari pertama tahun pelajaran baru buku sudah diterima murid,” ungkap Ibnu Hamad.

Di sisi lain, anggaran Kurikulum 2013 sudah mendapat persetujuan dari Komisi X DPR RI dalam rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Anggaran Kurikulum 2013 berjumlah Rp 2,491 triliun, terdiri atas anggaran melekat sebesar Rp 1,740 triliun (69,9 persen) dan anggaran tambahan sebanyak Rp 751,4 miliar (30,1 persen). Anggaran melekat bersumber dari APBN sebesar Rp 991,8 miliar dan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 748,5 miliar.

Okezone

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR