JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Langgar Perda, 8 Toko Modern Terancam Ditutup

Langgar Perda, 8 Toko Modern Terancam Ditutup

403
BAGIKAN
Joglosemar/Budi Arista Romadhoni
Joglosemar/Budi Arista Romadhoni

KARANGANYAR—Sebanyak delapan toko modern di Kabupaten Karanganyar terancam ditutup karena bertentangan dengan Perda No 17 Tahun 2009 dan Perbup No 32 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Modern dan Pasar Tradisional. Kedelapan toko modern tersebut tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Karangpandan, Tasikmadu, Matesih, dan Kebakkramat.

Demikian diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliyatmono, Rabu (27/3). Dijelaskannya, salah satu poin di Perda tersebut menyebutkan bahwa hanya ada tiga kecamatan yang diperbolehkan mendirikan toko modern, yakni Kecamatan Colomadu, Jaten, Karanganyar Kota.

“Selain tiga kecamatan tersebut, tempat yang diperbolehkan didirikan toko modern hanya perumahan yang memiliki minimal 500 kepala keluarga (KK),” ungkap Juliyatmono usai rapat kerja di DPRD Karanganyar.

Juliyatmono menerangkan, saat ini terdapat 48 toko modern yang tersebar di seluruh wilayah Karanganyar. Toko modern yang dimaksud adalah berbagai jenis minimarket, supermarket, dan department store (toko serba ada). “Yang jelas di luar tempat-tempat yang diperbolehkan tadi, tidak boleh lagi didirikan toko modern,” ungkapnya.

Menurut Juliyatmono, untuk kedelapan toko modern yang keberadaannya bertentangan dengan aturan tersebut, mendapatkan izin pendirian sebelum diberlakukannya Perda  No 17 Tahun 2009. Sehingga kedelapan toko modern itu masih diperbolehkan beroperasi hingga izinnya selesai. “Setelah izin tersebut selesai, maka tidak boleh diperpanjang,” tegasnya.

DPRD pun meminta agar Pemkab segera menginventarisasi izin yang berlaku untuk kedelapan toko modern tersebut. Diharapkan, pihak Pemkab juga dapat memberikan penjelasan dan sosialisasi Perda tersebut kepada pemilik toko modern yang tidak boleh diperpanjang izinnya.

Sedangkan terkait jam operasi toko modern yang tidak boleh 24 jam nonstop, Juliyatmono mengatakan hal tersebut masih dapat diatur jika mendapat izin dari Bupati Karanganyar. “Kalau mau 24 jam, itu nanti harus seizin bupati. Bupati yang akan mengatur bagaimana sebaiknya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi memastikan bahwa Pemkab tidak akan melakukan perpanjangan izin untuk toko modern yang berada di luar wilayah yang telah diizinkan dalam Perda. “Kami usahakan tidak ada perpanjangan izin untuk toko modern di luar dari tiga kecamatan yang diizinkan,” katanya.

Muhammad Ikhsan