Larangan Asongan Masuk Stasiun Harga Mati

Larangan Asongan Masuk Stasiun Harga Mati

344

pt kaiLAWEYAN-PT Kereta Api Indonesia (KAI), menyatakan, kebijakan larangan pedagang asongan masuk stasiun, tidak bisa ditawar lagi. Walikota Solo, Hadi Rudyatmo juga mendukung kebijakan PT KAI itu.

Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan, tidak memberikan toleransi atas kebijakan itu. ”Tidak. Tidak bisa ( asongan masuk ke stasiun ). Semua demi kenyamanan penumpang,” katanya, kepada Joglosemar, Sabtu(9/3).

Jonan bahkan, menyerahkan masalah itu ke kepala daerah masing-masing. Sebelumnya sejumlah pedagang menuding, penurunan omzet mereka, karena kebijakan PT KAI yang melarang pedagang asongan masuk ke area stasiun.

Selain itu, larangan masuk ke stasiun bagi pengantar penumpang, juga mereka anggap sebagai penyebab ruginya usaha pedagang. ”Apalagi penumpang boleh masuk satu jam sebelum kereta datang. Ini jelas merugikan pedagang.  Sumber utama dari pedagang sendiri adalah asongan. Jadi bukan faktor pedagang yang malas bekerja,” ujar Sutarto, perwakilan pedagang yang demo ke Stasiun Jebres, pekan lalu.

Walikota Solo, Hadi Rudyatmo mendukung penuh upaya PT KAI dalam menata lingkungan stasiun. Termasuk menertibkan pedagang dan asongan. Menurutnya, semua kebijakan ada prioritas dan pertimbangan yang masak.

”Ini (penertiban asongan) hampir sama dengan penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) dulu. Memang pasti ada gejolak di kalangan pedagang. Namun kita jangan mau digiring untuk diadu. Itu demi kebaikan kita bersama. Itu (penertiban asongan ) wajib hukumnya,” ucap Rudyatmo kepada Joglosemar.

Namun, ia janji akan mengevaluasi kebijakan PT KAI itu. Prinsipnya, segelintir pedagang jangan sampai mengganggu ribuan orang dalam hal ini, penumpang kereta api. ”Nanti kita evaluasi, asongan masih bisa menghidupi keluarganya atau tidak.  Kalau tidak akan kita cari solusi lain. Jadi supaya pedagang berjualan nyaman,” imbuh dia. Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN