JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Larangan Minimarket 24 Jam Bisa Direvisi

Larangan Minimarket 24 Jam Bisa Direvisi

612
BAGIKAN

ilustrasi mini marketBALAIKOTA-Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo, Budi Suharto, menegaskan, Perda larangan minimarket buka 24 jam dapat direvisi.

Perubahan substansi Perda itu, dapat dilakukan jika aturan bakunya sudah tidak dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Perda, katanya, semestinya bisa sejalan dengan tuntutan kemajuan kota.

Poin larangan untuk minimarket buka 24 jam itu, ia anggap bertentangan, jika disandingkan dengan kondisi Kota Solo yang dikenal sebagai kota tak pernah tidur. ”Pembatasan aturan jam buka minimarket boleh saja dilakukan. Jika aturan tersebut tidak dapat mengakomodasi kepentingan publik dan tidak memberiksan solusi,” ujarnya, Senin (4/3).

Ia berujar, kebutuhan masyarakat yang beraktivitas di malam hari, banyak yang tidak terakomodasi kebutuhanya, jika minimarket dilarang buka 24 jam. Sehingga regulasi yang ada harusnya diselaraskan dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, jangan sampai larangan minimarket buka 24 jam itu, lantas membunuh ekonomi rakyat kecil. Revisi Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern terbuka lebar.

Revisi Perda itu harus didukung dengan fakta tertulis dan didukung dengan penyusunan naskah akademik khusus yang membahas poin larangan minimarket buka 24 jam. ”Pembatasan operasional minimarket dinilai sudah tidak relevan dalam kondisi sekarang dan dapat direvisi,” jelasnya.

Sekda menutup peluang Perda itu digantikan Peraturan Walikota (Perwali). Karena sejak awal, payung hukum untuk minimarket adalah Perda tersebut. Kendati demikian, Sekda menutup peluang revisi poin untuk jarak minimarket yang disyaratkan minimal 500 meter dari pasar tradisional.”Syarat izin dan pengajuan harus dilengkapi sebelum bangunan berdiri. Jika sampai dilangar sanksinya berat,” ujarnya. ”Barang yang dijual di pasar modern tidak boleh bersingungan dengan komoditi di pasar tradisional. Jadi tidak usah takut.”

Konsekuensi minimarket buka 24 jam adalah pelibatan peran kepolisian dalam hal pengamanan. Karena, dalam Perda tidak diatur hal itu. Ia juga minta pengusaha untuk menyediakan CCTV. ”Memang masih ada minimarket yang belum memiliki CCTV. Tapi, itu sudah masuk ranah keamanan dan bukan tangung jawab Pemkot tetapi kepolisian,” imbuh dia. Muhammad Ismail

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here